Nyaris Tumbangkan Gus Muhdlor! BHS Tak Minat Bertarung Lagi di Pilkada Sidoarjo

| -
Nyaris Tumbangkan Gus Muhdlor! BHS Tak Minat Bertarung Lagi di Pilkada Sidoarjo
KAWAL PROGRAM PRABOWO: BHS (kanan) tak minat bertarung lagi di Pilkada Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ICAL

SURABAYA | Barometer Jatim – Meski nyaris menumbangkan Ahmad Muhdlor Ali alias Gus Muhdlor di Pilkada Sidoarjo 2020 dan kini bupati nonaktif itu meringkuk di tahanan KPK sebagai tersangka kasus korupsi, anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan tak berminat untuk bertarung lagi di Pilkada Sidoarjo 2024. Lha Kenapa?

“Begini. Sekarang ini yang saya pikirkan, ini kan yang sudah ada. Yaitu saya sekarang berposisi sebagai Caleg terpilih Jatim 1, itu saja yang kita pikirkan dulu,” katanya usai acara HUT ke-48 PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Hotel Bumi Surabaya, Jumat malam (17/5/2024). Di PT DLU, BHS merupakan CEO sekaligus Penasihat Utama.

Meski tak berminat bertarung lagi, BHS menyadari betul kalau masyarakat Sidoarjo sangat menginginkan dirinya untuk kembali running di Pilkada Sidoarjo 2024.

“Tapi ada kebutuhan-kebutuhan juga dari partai, untuk saya membantu dalam program-programnya Pak Prabowo-Gibran ke depannya. Jadi saya harus mengawal itu,” katanya.

“Kita lebih memikirkan ini dulu, bagaimana mengawal program-programnya Pak Prabowo untuk ke depannya bisa sukses,” sambung BHS.

  • HASIL PILKADA SIDOARJO 2020
    1. Ahmad Muhdlor Ali-Subandi 387.766 suara (39,8%)
    2. Bambang Haryo Soekartono-Taufikqulbar: 373.516 suara (38,8%)
    3. Kelana Aprilianto-Dwi Astutik: 212.594 suara (21,8%)

Apakah Gerindra sudah mengajak bicara terkait Pilkada Sidoarjo? “Kalau Sidoarjo belum ada. Saya juga dengar calonnya dari Gerindra uda ada ya? Uda ada kan? Bu Mimik (Mimik Idayana) kalau ndak salah,” katanya.

Disinggung soal hasil survei sejumlah lembaga yang menempatkan elektabilitasnya tertinggi di antara kandidat yang ada, BHS mengaku sudah monitor.

“Tapi permasalahannya, pasti masyarakat juga akan paham kalau misalnya saya dibutuhkan untuk mengawal program-programnya Pak Prabowo, karena ini juga akan membantu kondisi yang ada di Sidoarjo,” jelasnya.

BHS mencontohkan terkait permasalahan pangan secara keseluruhan. Lalu permasalahan listrik, maupun kebutuhan pokok masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

"Ini kalau misalnya kita bisa mengawal apa yang menjadi programnya Pak Prabowo demikian bagus, pasti akan bisa dirasakan juga oleh seluruh masyarakat Sidoarjo," tegasnya.   

Seperti diketahui, BHS turut berkontestasi saat Pilkada Sidoarjo 2020. Berpasangan dengan Taufikqulbar, keduanya bertarung hebat bahkan kalah tipis dari pasangan Muhdlor-Subandi yang tampil sebagai pemenang.

Melihat kembali hasil rekapitulasi KPU Sidoarjo, BHS-Taufikqulbar meraih 373.516 suara (38,8%) dari total 973.876 suara sah (suara tidak sah 38.544) atau hanya selisih 1% dari Muhdlor-Subandi yang mengantongi 387.766 suara (39,8%). Sedangkan posisi buncit ditempati Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang hanya memperoleh 212.594 suara (21,8%).

Muhdlor-Subandi menang di 10 kecamatan, yakni Porong, Tulangan, Sukodono, Prambon, Krembung, Candi, Krian, Taman, Buduran, dan Sedati. Sedangkan BHS-Taufikqulbar menang di 8 kecamatan, yakni Tarik, Jabon, Tanggulangin, Wonoayu, Balongbendo, Gedangan, Waru, dan Kota Sidoarjo.{*}

| Baca berita Pilbup Sidoarjo. Baca tulisan terukur Abdillah HR | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.