1 Jam di Istana Wapres, Gus Hans Ungkap Gibran Sefrekuensi Majukan Pesantren!
SURABAYA | Barometer Jatim – Sekjen Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans mengungkap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sefrekuensi dalam memajukan pesantren.
Hal itu disampaikan Gibran saat menerima silaturahmi pengurus Gernas Ayo Mondok di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Selain Gus Hans, pengurus yang hadir di antaranya Ketua Umum KH Luqman Harist Dimyathi alias Gus Luqman (Ponpes Tremas Pacitan), Gus Maksum Faqih (Ponpes Langitan Tuban), Ning Eva Munifah Djazilah (Ponpes Al Falah Ploso Kediri), dan beberapa pengurus pesantren dari Jawa Tengah hingga Cirebon.
“Alhamdulillah respons dari Mas Wapres sangat memberikan kebanggaan kepada kami, para pengurus Gernas Ayo Mondok,” kata Gus Hans, Minggu (14/9/2025).
“Setelah bertemu satu jam lebih kita ngobrol, ternyata kita memiliki pikiran dan frekuensi yang sama terhadap memajukan komunitas pesantren yang ada di Indonesia,” sambungnya.
Salah satu yang disampaikan Gibran, terang kiai muda pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu, saat ini wali santri jauh lebih kritis dibanding zaman terdahulu.
“Maka kita sebagai pengelola pesantren juga harus bisa merespons, dan itu memang sudah menjadi tuntutan publik. Sehingga, mau tidak mau, kita harus menyesuaikan tanpa harus menghilangkan kaidah di dalam proses belajar mengajar ala pesantren,” paparnya.
Dalam pertemuan, lanjut Gus Hans, pengurus Gernas Ayo Mondok juga menyampaikan rencana Rakornas yang akan digelar pada 17 Oktober 2025.
Rakornas bakal diisi dengan pertemuan antara pengurus Gernas Ayo Mondok dan para pimpinan pesantren. Di dalamnya nanti ada acara silaturahmi atau makan malam bersama Gibran di Istana Wapres.
“Itu membangun optimisme kami. Apa yang dijanjikan Mas Wapres dan Pak Prabowo pada saat kampanye dulu, termasuk mengoptimalkan dana abadi pesantren, mudah-mudahan bisa tepat sasaran sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” ucapnya.
Gus Hans juga menandaskan, Gernas Ayo Mondok juga konsentrasi lebih memperhatikan pesantren yang jumlah santrinya baru tumbuh.
“Kita menyampaikan komitmen dalam program ini. Kita tidak lagi fokus pada pesantren kita masing-masing yang alhamdulillah sudah besar, tapi lebih memperhatikan pesantren-pesantren yang masih baru tumbuh dan harus kita perhatikan,” ujarnya.{*}
| Baca berita Ayo Mondok. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur