69 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Kadis Tak Boleh 'Mengakar' di Satu Posisi!

Reporter : -
69 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Kadis Tak Boleh 'Mengakar' di Satu Posisi!
ROTASI PEJABAT: Pengambilan sumpah dan pelantikan 69 pejabat Pemkot Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali merotasi pejabat Pemkot Surabaya. Kali ini sebanyak 69 pejabat terdiri dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional penyetaraan resmi.

Pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Graha Sawunggaling, Jumat (2/1/2026), dua jabatan krusial kini telah memiliki pimpinan definitif.

Lasidi resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sedangkan Iman Kristian Maharhandono dipercaya menakhodai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

Eri menegaskan, pelantikan yang dilakukan awal tahun ini membawa tiga agenda utama, yakni menyesuaikan struktur kedinasan agar lebih efisien, percepatan riset, dan penelitian melalui  Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) yang dapat diakses antar Perangkat Daerah (PD).

“Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, pelantikan ini untuk menegaskan aturan bahwa tidak ada kepala dinas yang menjabat lebih dari tiga tahun di satu posisi,” kata Eri.

“Perputaran jabatan dilakukan maksimal setiap 2 hingga 2,5 tahun untuk memberikan pengalaman lintas fungsi,” sambung wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu.

Dia juga menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat mengeluarkan "rapor pejabat" setiap enam bulan sekali untuk menegakkan reformasi birokrasi.

Rapor ini tidak hanya menjadi konsumsi internal, tetapi akan dipublikasikan kepada masyarakat luas sebagai pertanggungjawaban hasil kerja.

"Tunjukkan kepada khalayak ramai. Saya ingin keterbukaan. Jika dalam satu tahun outcome tidak tercapai dan nilai rapor di bawah 80, maka pejabat tersebut akan diturunkan, bukan sekadar mutasi,” katanya.

“Yang menentukan nasib para pejabat adalah kinerja sendiri dan penilaian masyarakat," tegasnya.

Dia mengingatkan, birokrasi adalah pemimpin sejati rakyat karena mereka mengabdi hingga masa pensiun, berbeda dengan jabatan politik yang dibatasi periode.

Karena itu, Eri meminta seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati nurani dan menjauhi praktik politik praktis, fitnah, maupun upaya saling menjatuhkan.

“Yang dilantik hari ini adalah pilihan warga Surabaya. Maka kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada njenengan (anda) jangan pernah disia-siakan,” imbuhnya.

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.