Laju Inflasi Jatim Melonjak Capai 0,76%, Tertinggi di Pulau Jawa!
SURABAYA | Barometer Jatim – Laju inflasi Jatim, provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa, pada Desember 2025 (m-to-m) melonjak mencapai 0,76%. Angka ini tertinggi dari seluruh provinsi di Pulau Jawa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di bawah Jatim yakni Banten (0,67%), disusul DI Yogyakarta (0,65%), Jawa Tengah (0,50%), Jawa Barat (0,43%), dan terendah DKI Jakarta (0,33%).
Lalu secara y-on-y, inflasi tertinggi terjadi di DI Yogyakarta (3,11%), disusul Jatim (2,93%), Banten (2,74%), Jawa tengah (2,72%), serta terendah DKI Jakarta dan Jawa Barat (masing-masing 2,63%).
Sedangkan dari seluruh provinsi, inflasi y-on-y tertinggi di Aceh (6,71%) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 114,40 dan terendah terjadi di Sulawesi Utara 1,23 persen dengan IHK 108,60. Aceh juga mencatat inflasi tertinggi m-to-m sebesar 3,60%.
“Untuk inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli 10,84 persen dengan IHK 119,24, terendah di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara masing-masing 0,38 persen dengan IHK masing-masing 109,62 dan 111,03,” tutur Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (10/1/2026).
Sementara itu Kepala BPS Jatim, Zulkipli menerangkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran.
Yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau 4,19%; kelompok pakaian dan alas kaki 0,63%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,49%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,30%; kelompok kesehatan 2,08 %; dan kelompok transportasi 1,82 persen;
Berikutnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,96%, kelompok pendidikan 1,74%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,18%; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 15,26%. Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,53%.
Dilihat dari kabupaten/kota, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep yang dipimpin Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebesar 3,75 persen dengan IHK 113,82, dan terendah di Kabupaten Gresik yang dipimpin Fandi Akhmad Yani sebesar 2,44 persen dengan IHK 108,32.{*}
| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur