Di Depan Diaspora, Ipuk Pamer Ekonomi Banyuwangi di Atas Jatim dan Nasional!

Reporter : -
Di Depan Diaspora, Ipuk Pamer Ekonomi Banyuwangi di Atas Jatim dan Nasional!
TANDANG BARENG: Ipuk bareng diaspora Banyuwangi, acara tahunan ajang pertemuan perantau. | Foto: Humas BWI

BANYUWANGI | Barometerjatim.com – Diaspora Banyuwangi, acara tahunan yang menjadi ajang pertemuan para perantau, kembali digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin (23/3/2026). 

Diiringi musik kendang kempul dan aneka kuliner lokal, suasana berlangsung penuh keakraban. Acara juga menjadi ajang membangun solidaritas perantau Banyuwangi yang hadir dari Sumatera, Sulawesi, Papua, hingga Jerman dan Amerika Serikat.

Solidaritas tersebut terpancar pada spirit tandang bareng yang menjadi komitmen diaspora Banyuwangi. Tandang bareng merupakan aksioma bahasa Osing yang menggambarkan spirit kebersamaan, gotong royong, dan kerja sama.

“Semangat tandang bareng ini adalah modal yang terus kita jaga. Tak bisa kita berjalan sendiri-sendiri, tapi harus kompak dan saling membantu,” terang Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan.

Dia mengajak seluruh diaspora Banyuwangi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. 

“Berkat kerja sama kita semua, saat ini Banyuwangi terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Beberapa capaian Banyuwangi, beber Ipuk, di antaranya tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. Pada 2025 mencapai 5,65%, lebih tinggi dari rata-rata nasional (5,11%) dan Jawa Timur (5,33%).

“Pendapatan per kapita juga naik menjadi Rp 67,08 juta pada 2025. Tertinggi di kawasan Sekarkijang (Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang),” bebernya.

Kemiskinan-TPT Turun

Sebaliknya, kemiskinan juga semakin menurun. Saat ini tinggal 6,13% atau turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya, lebih rendah dari kemiskinan nasional dan Jawa Timur. Gini ratio juga tersisa 0,29 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tersisa 3,94%.

“Capaian ini bukan semata kerja kami, tapi atas doa, dukungan, dan tandang bareng semua pihak. Termasuk juga para diaspora yang terus mengharumkan Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

Spirit tandang bareng tak hanya semata dari luar ke dalam. Namun, juga berlaku sebaliknya. Seperti halnya yang diungkapkan Nur Hidayat dari Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Utara. 

Dia menceritakan, kontribusi masyarakat Banyuwangi turut membantu warga Sumatera Utara pasca bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Atas bantuan dari warga Banyuwangi, kami bisa membuka puluhan sumur bor untuk akses air bersih bagi warga yang tinggal di Sibolga dan Aceh,” ungkapnya.

Spirit yang sama juga ditunjukkan Wulan, diaspora asal Kalibaru yang tinggal di Osaka, Jepang. Pekerja di kedutaan Indonesia di negeri Sakura tersebut, siap memfasilitasi warga Banyuwangi yang akan mengadu nasib di sana.

“Kami siap membantu jika ada warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang. Melalui program G to G (kerja sama antarpemerintah), sedang dibutuhkan banyak nakes (tenaga kesehatan) di Jepang,” ucap perempuan yang sudah 30 tahun tinggal di Jepang itu.

Sementara itu Penasihat Ikawangi Pusat, Arief Yahya menyampaikan seluruh diaspora dapat berkontribusi untuk membangun kampung halamannya dengan cara terbaik masing-masing. Untuk itu, perlu diketahui core utama prospek ekonomi Banyuwangi guna menjadi acuan dan wawasan para diaspora.

“Ada tiga core utama ekonomi Banyuwangi. Yang pertama, pariwisata. Semuanya bisa turut mempromosikan wisata Banyuwangi di tempat perantauan masing-masing. Jadilah duta terbaik Banyuwangi,” ungkap Menteri Pariwisata periode 2014-2019 itu.

Selain itu, potensi ekonomi Banyuwangi lainnya adalah blue economy dan hub penghubung antara Indonesia bagian barat dengan timur.

“Seiring dengan koneksitas tol Prosiwangi yang tidak dalam waktu lama akan tersambung sampai Banyuwangi, ini akan jadi hub ekonomi baru. Banyuwangi jadi gerbang masuk barang ke Indonesia Timur,” ucapnya.(*)

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.