Nasyiatul Aisyiyah Jatim Luncurkan Sahara, Emil: Penting untuk Wadah Berkeluh Kesah!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Nasyiatul Aisyiyah Jatim di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Minggu (26/4/2026).
Muskerwil juga diwarnai peluncuran program Sahabat Aduan dan Ruang Aman Nasyiah (Sahara) yang diinisiasi Nasyiatul Aisyiyah, sebagai fasilitas bagi perempuan untuk menyampaikan aduan, mendapatkan pendampingan, serta akses ruang aman yang terintegrasi lewat hotline pengaduan.
Emil menekankan, peluncuran Sahara ini penting sebagai solusi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Terlebih masalah keluarga sering kali berdampak pada kehidupan pendidikan, pekerjaan, juga kesehatan mental individu.
"Fokus dengan pekerjaan saja sering kali masih susah, apalagi kalau ditambah masalah keluarga. Nah, kadang-kadang masalah keluarga takut di-share dengan orang lain, sehingga saya takut bahwa tidak ada tempat untuk masyarakat bercerita. Maka, Sahara ini jadi sangat penting untuk wadah berkeluh kesah," ujarnya.
Kehadiran Sahara sebagai ruang yang aman, responsif, dan terpercaya menurut Emil juga sejalan dengan program-program Pemprov Jatim. Program ini diyakininya dapat menyelesaikan akar masalah, seperti pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga.
"Tingginya angka-angka kejadian itu berkorelasi dengan peristiwa-peristiwa yang sudah terlambat ditangani. Bahkan sebagai pemerintah, sudah tidak mungkin kami sendiri, kami perlu dukungan. Karena belum tentu juga masyarakat berani menyampaikan masalahnya kepada pemerintah lewat dinas-dinas terkait," paparnya.
Sebagai mitra yang terus berkolaborasi dengan pemerintah setempat, Nasyiatul Aisyiyah dipercaya dapat menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga, dirinya mendukung penuh kehadiran Sahara.
"Penyelesaiannya harus gradual, tidak bisa langsung, karena mereka membutuhkan proses untuk bisa terbuka dan mendapatkan pendampingan. Tapi insyaallah kita yakin layanan ini bisa memastikan akses perempuan dan anak terhadap perlindungan yang cepat, tanggap, dan responsif," tuturnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya melihat persoalan sosial tidak hanya sebatas data statistik, melainkan sebagai realitas kasuistik berbeda yang dialami individu dengan latar belakang masing-masing.
"Kalau kita bicara angka, itu makro. Tapi setiap kasus itu ada manusia dengan persoalan dan penderitaannya sendiri. Seandainya saja banyak layanan seperti Sahara sejak awal, mungkin cerita-cerita ini akan berbeda. Itulah yang ingin dicapai melalui Sahara hari ini," ucap Emil.{*}
| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur