10 Besar Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda, Khofifah Tak Masuk Daftar!

Reporter : -
10 Besar Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda, Khofifah Tak Masuk Daftar!
TAK ADA KHOFIFAH: Inilah 10 besar gubernur berkinerja terbaik versi anak muda. | Grafis: Muda Bicara ID

SURABAYA | Barometerjatim.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menjadi gubernur berkinerja terbaik menurut anak muda dengan capaian 18,50%. Hal itu terpotret dari hasil survei nasional lembaga riset Muda Bicara ID kuartal pertama (Q1) 2026 yang diambil pada periode 1-30 Maret.

“Sherly menjadi kejutan terbesar dalam survei ini. Sebagai gubernur perempuan dari Indonesia Timur, ia dinilai membawa pendekatan pembangunan yang inklusif dan merakyat, serta cukup aktif di media sosial,” terang Founder Muda Bicara ID, Moch Edward Trias Pahlevi saat dihubungi Barometerjatim.com, Kamis (30/4/2026).

Bagaimana dengan Khofifah Indar Parawansa? Meski rajin pamer penghargaan -- sepanjang 2025 saja meraih 133 seperti yang disampaikan dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (30/3/2026) -- nyatanya anak muda tak memandang Gubernur Jawa Timur itu berkinerja terbaik. Bahkan tak masuk 10 besar.

Posisi kedua ditempati Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (17,30%). Sebagai gubernur ibu kota, dia mendapat sorotan yang sangat besar secara nasional. Kebijakan transportasi publik, tata kota, dan pengelolaan Jakarta selalu menjadi perhatian luas.

Di posisi ketiga ada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (17,10%). Dedi dikenal dengan gaya komunikasi yang autentik dan dekat dengan rakyat. “Konten-kontennya di media sosial, termasuk pendekatan langsung ke warga pelosok Jabar, membuatnya sangat viral di kalangan anak muda,” ucap Edward.

Berikutnya di posisi keempat dan kelima ada Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X (15,00%) dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (7,20%).

Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pusat budaya membuat Sri Sultan selalu relevan di mata anak muda. Kepemimpinannya yang stabil, konsisten, dan berkarakter kuat selama puluhan tahun menjadikannya figur yang dihormati lintas generasi.

Anak muda juga menilai kepemimpinan Muzakir sebagai simbol rekonsiliasi dan stabilitas daerah, serta harapan terhadap pembangunan Aceh yang lebih maju di bawah figur yang akar sejarahnya kuat. Selain itu, perannya dalam pemulihan bencana di Aceh juga ikonik bagi anak muda.

Lalu di posisi enam hingga 10, secara berurutan ditempati Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid (7,00%); Gubernur Sumatra Barat, Mahyedi Ansharullah (6,29%); Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution (3,10%); Gubernur Bali, I Wayan Koster (2,40%); dan Gubernur NTB, Lalu M Iqbal (1,29%). Sedangkan gubernur lainnya 5,1%.  

Edward menjelaskan, Anwar dinilai membawa semangat pembangunan daerah yang konsisten, khususnya di sektor infrastruktur dan ekonomi lokal yang sedang tumbuh pesat berkat hilirisasi nikel.

Mahyeldi, dikenal dengan pendekatan berbasis nilai budaya Minangkabau dan keislaman yang moderat. Programnya di sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata halal mendapat penilaian positif.

Selanjutnya Bobby dikenal luas sebagai menantu eks Presiden Jokowi, transisinya dari wali kota ke level gubernur masih dalam tahap awal, sehingga penilaian anak muda belum terlalu kuat. Namun visibilitasnya di media sosial dan citra muda tetap menjadi modal yang cukup signifikan.

Koster? Kinerjanya selalu diperhatikan anak muda karena Bali sebagai destinasi global. Koster dinilai konsisten menjaga keseimbangan antara pariwisata, budaya, dan lingkungan hidup, isu yang sangat relevan bagi anak muda.

Sedangkan Lalu Iqbal masih dalam tahap pengenalan. Latar belakangnya sebagai diplomat karir (mantan Dubes) memberikan ekspektasi positif soal tata kelola dan wawasan global, meski rekam jejak kebijakannya di daerah masih perlu waktu untuk dinilai.

Survei Muda Bicara ID ini berbasis riset nasional kuartal pertama (Q1) 2026 yang melibatkan 800 responden di 38 provinsi yang dikumpulkan sepanjang 1-31 Maret 2026. 

Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap kinerja kepala daerah, penelitian ini juga menggali pandangan anak muda terkait kebijakan publik, kondisi ekonomi, serta isu kesehatan mental.

“Muda Bicara ID melihat bahwa indikator penilaian anak muda tidak hanya berbasis pada capaian pembangunan fisik, tetapi juga pada sejauh mana kebijakan pemerintah menyentuh aspek kesejahteraan psikologis dan peluang masa depan,” ucap Edward.{*}

| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.