Sepekan MPLS di Surabaya Berakhir, Dindik: Kondusif dan Ramah Anak!

Reporter : -
Sepekan MPLS di Surabaya Berakhir, Dindik: Kondusif dan Ramah Anak!
RAMAH ANAK: MPLS di Surabaya berjalan sesuai prinsip ramah anak. Tak ada laporan soal keluhan. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Tuntas sudah sepekan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Surabaya. Dinas Pendidikan (Dindik) memastikan berjalan sesuai prinsip ramah anak.

"Hingga hari terakhir, Jumat (17/7/2926), pelaksanaan MPLS berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kami juga tidak menerima laporan adanya keluhan ataupun kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip MPLS ramah anak," kata Kepala Dindik Surabaya, Febrina Kusumawati, Sabtu (18/7/2026).

Doa menjelaskan, salah satu materi dalam MPLS adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dibimbing personel TNI. Menurutnya, pelibatan TNI dilakukan karena memiliki kompetensi dan pengalaman dalam memberikan pelatihan kedisiplinan kepada peserta didik.

"Untuk materi PBB, kami menghadirkan pelatih yang memang memiliki kompetensi di bidangnya. Prinsipnya, jika suatu materi diajarkan oleh ahlinya, proses pembelajaran tentu akan lebih optimal," jelasnya.

Febri menegaskan, MPLS tidak hanya berfokus pada pembentukan disiplin. Selama sepekan, peserta didik juga diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan sekolah agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

"Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah secara menyeluruh, mulai dari ruang kelas, guru, metode pembelajaran, interaksi antarteman, budaya sekolah, hingga membangun semangat kolaborasi dan inovasi. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah anak," terangnya.

Memasuki pekan depan, seluruh sekolah di Surabaya akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara reguler. Dindik berharap seluruh peserta didik baru telah memiliki bekal yang cukup untuk mengikuti proses pembelajaran.

"Harapannya, setelah mengikuti MPLS selama satu pekan, siswa sudah memahami lingkungan sekolah, mengetahui jadwal pelajaran, jam belajar, waktu istirahat, serta berbagai kebiasaan di sekolah,” kata Febri.

“Dengan begitu, mereka dapat mengikuti proses belajar mengajar secara optimal sejak hari pertama pembelajaran reguler," imbuhnya.{*}

| Baca berita MPLS. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.