Puan Maharani: Kapal RS TNI AL Bisa Dijadikan RS Darurat Corona

-
Puan Maharani: Kapal RS TNI AL Bisa Dijadikan RS Darurat Corona
APRESIASI WALKOT SURABAYA: Puan Maharani, tinjau kesiapan Rumah Sakit Lapangan Tembah (RSLT) Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST SURABAYA, Barometerjatim.com - Lonjakan Covid-19 membutuhkan banyak rumah sakit (RS) darurat atau lapangan untuk penanganan. Ini karena kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di bayak RS rujukan sudah melebihi 80 persen, bahkan di Surabaya sudah menembus 100 persen. Menurut Ketua DPR RI, Puan Maharani, selain RS lapangan yang ada di darat, sebenarnya kapal-kapal RS TNI AL juga bisa dijadikan sebagai rumah sakit darurat. Hal itu pernah dilakukan Puan saat menjabat Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), tepatnya ketika ekspedisi NKRI yaitu membuka RS laut yang ada di daerah-daerah terpencil. Kalau memang BOR di daerah-daerah tertentu sudah melebihi 80 persen, ya selain rumah sakit darurat yang ada di darat, mungkin bisa juga dilakukan di laut," katanya saat meninjau kesiapan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya, Kamis (8/7/2021). Dalam kunjungannya, Puan yang datang bersama sejumlah anggota DPR RI didampingi Eri Cahyadi dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim. "Bisa juga memodifikasi kapal-kapal yang ada di Pelni untuk kemudian dijadikan rumah sakit darurat juga, sambung perempuan yang ketua DPP PDI Perjuangan tersebut. Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Puan, memang butuh pemikiran dan terobosan yang out of the box. Tidak bisa lagi cuma normatif, tapi apa yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat harus segera dilakukan. "Sehingga sense of emergency (rasa darurat) bisa berjalan. Solusinya itu ya kembali lagi gotong-royong, tandasnya. Terkait RSLT Surabaya, Puan mengapresiasi terobosan dan langkah cepat yang dilakukan Eri Cahyadi, karena RS seperti itulah yang memang dibutuhkan saat ini dan menjadi concern DPR RI. Saya apresiasi kepada Pak Wali Kota bahwa itu yang memang menjadi concern kami. Saya sudah menyampaikan ke pemerintah seruan itu, katanya. Selain mengapresiasi, Puan juga merasa takjub ketika tahu bahwa persiapan RSLT Surabaya hanya dilakukan dalam waktu beberapa hari, bahkan kurang dari seminggu. Apalagi dalam beberapa hari itu bisa menyiapkan semua fasilitasnya, mulai dari bed 500 lebih dan diantisipasi pula tempias air hujan hingga sirkulasi udaranya. Antisipasi tempias air hujan hingga sirkulasi udara ini sangat penting, agar penanganannya tidak sampai dipingpong. Jangan sampai yang satu sembuh tapi yang satu lagi tertular Covid-19. Ternyata Pak Wali Kota menyampaikan bahwa semua itu sudah diantisipasi, bahkan sudah dicoba tidak akan tempias, kata Puan. Nah, hal-hal seperti itu memang perlu gotong-royong dari kita semuanya untuk menyelesaikan masalah seperti ini, tuntasnya. » Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.