Pengurus Demokrat Jatim Terus-terusan Mundur, KTA PDIP di Surabaya Malah Tambah 2.365 Orang!

| -
Pengurus Demokrat Jatim Terus-terusan Mundur, KTA PDIP di Surabaya Malah Tambah 2.365 Orang!
MILENIAL PILIH PDIP: Adi Sutarwijoo bersama milenial Surabaya yang ramai-ramai ber-KTA PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SURABAYA, Barometer Jatim – DPD Partai Demokrat Jatim di bawah kepemimpinan Emil Elestianto Dardak kembali menjadi sorotan. Ini karena dalam tempo 42 hari, tiga pengurusnya mudur dari jabatan strategis sekaligus kader.

Diawali anak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ali Mannagalli yang hengkang dari posisi wakil ketua pada 18 Maret 2023. Enam hari berselang, 24 Maret 2023, Sugiharto alias Totok menyusul mundur dari jabatan wakil bandahara.

Tak berhenti di Ali dan Sugiharto, 36 hari kemudian, di tengah suasana lebaran, 29 April 2023, satu lagi pengurus Demokrat Jatim memilih angkat kaki. Yakni Teguh Ermawan alias Wawan Leak yang mundur dari jabatan wakil ketua Badan Pembina, Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK).

Bahkan jika ditarik setahun delapan hari ke belakang, 21 April 2022, Demokrat Jatim lebih dulu kehilangan kader potensial, Bayu Airlangga yang memilih loncat ke Partai Golkar.

Alasan keempatnya mundur beragam, namun intinya Demokrat Jatim di bawah nakhoda Emil Dardak sedang tidak baik-baik saja. “Ya bisa jadi seperti itu. Tidak sedang baik-baik saja itu kan pasti banyak asumsinya,” kata Sugiharto saat diwawacarai Barometer Jatim, 27 Maret 2023.

“Tapi memang di mana pun, bukan hanya partai politik, paling tidak kalau ada rasa nyaman, diapresiasi, dipercaya, atau roda organisasi ini berjalan sesuai tupoksinya, kan enggak mungkin orang itu mundur,” sambungnya.

Wawan Leak malah lebih blakblakan lagi. Dia memilih mudur karena faksi di tubuh Demokrat Jatim kian meruncing. “Dalam perjalanan wah ini kok ada faksi di Demokrat Jatim. Ada faksi yang tambah lama, tambah lama, tambah lama, kok meruncing,” bebernya.

Munculnya faksi tersebut, menurut Wawan, kontras dengan latar belakangnya sebagai aktivis. “Kita ini kan tidak pernah dihadapkan dengan faksi, kita ini selalu dihadapkan dengan bagaimana ide, gagasan, dan juga cita-cita,” kata aktivis 80-an tersebut.

Situasi yang terjadi di Demokrat Jatim tersebut menurut Pengamat Politik, Dr Surokim Abdussalam hanya menghabiskan energi yang seharusya difokuskan untuk Pemilu 2024.

“Saya berharap energi partai bisa fokus ke persiapan kontestasi, konsolidasi, dan jangan dihabiskan untuk faksi-faksi yang membuat potensi konflik internal berlarut-larut yang bisa mengganggu persiapan menghadapi Pemilu,” katanya.

Ramai-ramai Jadi Kader Banteng

Ya, mungkin perspektif Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu tak berlebihan. Jangankan di level Jatim, di tingkat kabupaten/kota hari-hari ini Parpol tengah fokus menjaga soliditas internal bahkan membuka pintu lebar-lebar untuk kader baru.

Di Surabaya misalnya, ribuan orang mayoritas anak muda malah ramai-ramai bergabung menjadi kader PDI Perjuangan .

“KTA (Kartu Tanda Aggota) PDIP bertambah 2.365 orang sejak Mas Ganjar diumumkan jadi Capres RI 2024 tanggal 21 April lalu di rumah Bung Karno, Istana Batu Tulis, Bogor,” ungkap Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono.

“Kabanyakan dari anak-anak muda, kaum milenial, yang antusias mengurus KTA PDIP,” sambung politikus yang juga Ketua DPRD Surabaya tersebut.

Selebihya, Adi menandaskan kader dan pengurus PDIP Surabaya solid bergerak untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI pada Pemilu 2024

“Anggota dan simpatisan bergerak untuk membawa nama Mas Ganjar dan PDIP ke kampung-kampung, dari rumah ke rumah. Relawan-relawan tumbuh dan menjamur memberikan dukungan pada Mas Ganjar,” ujarnya.

“Anak-anak muda, kaum milenial, antusias memberikan dukungan dengan cara masing-masing. Poko-posko gotong royong terus berdiri di kampung-kampung, di permukiman penduduk,” imbuh Adi.(*)

» Baca berita Pemilu 2024. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.