143 Hari Jelang Lengser dari Takhta Jatim, Survei SSC: Publik Lebih Puas Kinerja Emil Ketimbang Khofifah!

| -
143 Hari Jelang Lengser dari Takhta Jatim, Survei SSC: Publik Lebih Puas Kinerja Emil Ketimbang Khofifah!
SEGERA BERAKHIR: Khofifah dan Emil, 143 hari lagi lengser sebagai Gubernur dan Wagub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometer Jatim – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak akan mengakhiri masa jabatan pada 31 Desember 2023. 143 hari jelang lengser, bagaimana kepuasan publik terhadap kinerja keduanya?

Merujuk hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) yang dilakukan dari 25 Juli hingga 3 Agustus 2023 di 38 kabupaten/kota di Jatim dan dirilis pada Kamis (9/8/2023), ternyata kinerja Emil lebih memuaskan ketimbang Khofifah.

Dalam survei yang mengambil 1.200 sebagai responden dengan metode stratified multistage random sampling tersebut, sebanyak 74,6% responden menyatakan puas dengan kinerja Emil dan 74,2% untuk Khofifah.

Lalu responden yang kurang puas dengan kinerja Khofifah 20%, Emil 21,2%. Tidak puasa dengan kinerja Khofifah 2%, Emil 1,5%. Sedangkan yang tidak tahu/tidak menjawab Khofifah 3,8%, Emil 2,7%.

Direktur SSC, Mochtar W Oetomo menggarisbawahi hasil ini bukan apple to apple karena posisi Khofifah dan Emil berbeda, yakni gubernur dan wakil gubernur.

“Artinya, kepuasan publik Jatim terhadap Khofifah sebagai gubernur dan Emil sebagai wakil gubernur, dua hal yang berbeda,” katanya, Kamis (10/8/2023).

| Baca juga:

Selain itu, terang Mochtar yang juga pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) angkanya masih dalam batas margin of error (2,83%). Karena itu, realitasnya bisa saja berbeda.

Kemudian, tandas Mochtar, perlu dilihat juga responden yang menyatakan kurang puas, Emil lebih tinggi. “Jadi kepuasannya lebih tinggi Emil, tapi yang kurang puas juga lebih tinggi Emil,” katanya.

“Secara umum, keduanya berimbang. Dalam berbagai survei pun, keduanya relatif berimbang. Dan angka kepuasan di atas 70% itu termasuk tinggi dalam rangka riset opini publik,” imbuhnya.

Artinya, kata Mochtar, sejauh ini publik masih menaruh harapan di waktu yang tersisa ini terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil. Soal akan tetap satu paket atau pecah kongsi di Pilgub Jatim 2024, tergantung dinamika politik yang berlangsung.

“Hasil Pilpres pasti akan sangat berpengaruh terhadap dinamika politik Pilgub Jatim 2024,” nilai Mochtar.

Kinerja Jokowi-Ma'ruf 

KINERJA: Kepuasan publik Jatim terhadap kinerja Khofifah-Emil dan Jokowi-Ma’ruf. | Sumber: SSC

SSC juga memotret kepuasan rakyat Jatim terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin yang masih sangat tinggi. Sebanyak 80.9% masyarakat yang menjadi responden survei, menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi dan 63.3% puas terhadap kinerja Ma’ruf.

Dari keseluruhan responden, hanya 3.8% yang tidak puas dengan kinerja Jokowi, serta 13.3% menyatakan kurang puas dan sisanya yang 2% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. Sedangkan responden yang kurang puas terhadap kinerja Ma’ruf menunjukkan angka 26.8% dan 7.5% dari mereka menyatakan tidak puas. Sisanya, 2.4% responden menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

| Baca juga:

“Angka ini stabil dan cenderung meningkat untuk kepuasan kinerja Jokowi-Ma'ruf. Meski demikian, masyarakat lebih puas dengan kinerja Jokowi dibandingkan Ma’ruf," katanya.

"Hal ini tentu saja tidak dapat dipungkiri menjadi indikasi kuat dalam persepsi masyarakat Jatim, bahwa Jokowi dianggap berhasil memimpin Indonesia selama hampir dua periode masa kepemimpinannya, baik sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan”, jelasnya.{*}

| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.