PKB Incar Muslimat NU, Peneliti: Mereka Loyal ke Khofifah!

| -
PKB Incar Muslimat NU, Peneliti: Mereka Loyal ke Khofifah!
LOYAL KE KETUA UMUM: Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Pasuruan. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

SURABAYA, Barometerjatim.com - Ada sekitar tujuh juta warga Muslimat NU di Jawa Timur. Mereka ini para pendukung riil Khofifah Indar Parawansa selama dua kali (2008 dan 2013) Pilgub Jatim digelar secara langsung.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah menurunkan SK rekomendasi ke Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sadar betul kalau suara Banom perempuan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut sangat signifikan. Apalagi kalau Khofifah yang nota bene ketua umumnya kembali maju.

Maka, sejumlah langkah dilakukan agar warga Muslimat NU mengalihkan dukungan ke Gus Ipul. Bahkan Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar yakin kalau 'jagoannya' itu bisa memenangkan Pilgub Jatim 2018 karena mengklaim didukung sejumlah anggota Muslimat NU.

Dia mencontohkan Forum Silaturahin Bu Nyai dan Mubalighoh yang digelar di Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan, beberapa waktu lalu. "Yang pidato itu sudah sepuh-sepuh, tokoh-tokoh Muslimat sepuh dan hampir semuanya muhajirin (hijrah ke Gus Ipul)," katanya saat penyerahan SK rekomendasi PKB ke Gus Ipul, Rabu (11/10/2017).

Namanya juga klaim, 'sah-sah' saja. Namun peneliti Surabaya Survey Centre (SSC) , Surokim Abdussalam menilai lain. Kader Muslimat NU di grass-root tidak akan berpaling dari Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

Kalaupun ada manuver politik untuk mempengaruhi suara Muslimat NU agar mendukung kandidat lain, bagi Surochim, akan sulit tercapai karena sudah ada ikatan emosional yang kuat antara Khofifah dengan jamiyah maupun jamaahnya.

"Kalau Fatayat dan Muslimat NU itu permanen loyal ke Khofifah. Tidak akan lebih dari 10 persen swing voter. Fatayat dan Muslimat NU itu sulit diubah dukungannya dari Khofifah dan ini wajar saja karena ibunya ikut kontestasi," katanya, Kamis (12/10/2017).

Pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu menilai, PKB sebagai partai yang berbasis Nahdliyin sekalipun akan sulit untuk mengambil hati kader Muslimat NU di grass-root. "Paling banter bisa mengurangi saja melalui kekuatan politisi dan kader perempuan," tambahnya.

Justru, lanjut Surochim, kader Muslimat NU akan berjuang lebih keras untuk memenangkan Khofifah karena tidak ingin 'ibunya' kembali mengalami kekalahan.

"PKB harus bekerja sangat keras jika ingin mengurangi suara Muslimat NU,  mengingat ibu-ibu Muslimat NU sudah dua kali mengalami kekalahan di Pilgub Jatim dan itu tersimpan rapi dalam memori bawah sadar yang bisa muncul jika dipantik lagi. Makanya cukup sulit juga mengubah pilihan mereka," paparnya.

Hal sama ditegaskan Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid, "Ibu-ibu Muslimat itu solid. Logikanya, kalau ibunya maju masa kita tidak mendukung ibu sendiri. Muslimat NU solid dan loyal ke ketua umumnya," tandasnya.{*}

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.