Ketua Gerindra Jatim Tepis Istilah Kiai Besar dan Kiai Akar Rumput: Semua Kiai Pejuang!

| -
Ketua Gerindra Jatim Tepis Istilah Kiai Besar dan Kiai Akar Rumput: Semua Kiai Pejuang!
PILIH PRABOWO-GIBRAN: KH Abdul Wahid bersama guru madin Sampang dukung Prabowo-Gibran. | Foto: Barometer Jatim/ROY

SAMPANG | Barometer Jatim – Di musim politik atau menjelang Pemilu, biasanya tokoh-tokoh politik -- baik nasional, regional, bahkan lokal -- lebih sering mendatangi kiai-kiai besar ketimbang para kiai di akar rumput.

Namun tidak demikian dengan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad yang hari-hari ini justru rajin turun mendatangi para 'kiai akar rumput' maupun guru-guru madrasah diniyah (madin), termasuk di Sampang, Madura, Selasa (9/1/2024) -- setelah sebelumnya keliling wilayah Malang Raya dan Tapal Kuda.

Karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Popes) Hujjatul Islam Ketapang Sampang, KH Abdul Wahid blakblakan mengaku salut dengan politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut. Terlebih guru-guru madin bukan sosok yang selalu mendapatkan perhatian.

| Baca juga:

"Biasanya kalau menjelang Pemilu seperti ini, tokoh-tokoh politik mendatangi kiai-kiai besar, sedangkan kami ini kiai-kiai kecil yang membersamai rakyat kecil di akar rumput," kata Kiai Wahid disambut ger-geran hadirin ketika didaulat memberikan sambutan mewakili guru madin se-Sampang yang mendeklarasikan untuk Prabowo-Gibran di Aula Trunojoyo.

Terlebih Sampang bukan Dapil keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad tersebut. "Saya salut, Gus Sadad datang ke Sampang bertemu kami di sini, padahal di sini bukan Dapilnya," tandas Kiai Wahid.

Pejuang Saling Menguatkan

PENJUANG: Anwar Sadad (tengah) bersama kiai dan guru madin saat deklarasi dukungan Prabowo-Gibran. | Foto: Barometer Jatim/ROY

Mendapat pujian sekaligus sindiran halus dari Kiai Wahid, Sadad yang maju Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Jatim II (Pasuruan-Probolinggo) justru membantah anggapan soal kiai besar dan kiai akar rumput. 

"Bagi Gerindra tidak ada kiai besar atau kecil. Semua kiai adalah kiai besar, karena beliau-beliau telah menempuh jalan perjuangan dan mengambil peran besar dalam perjuangan," katanya.

Sadad menandaskan, setiap orang berjuang dengan kadar kemampuannya, sembari menyitir al-Qur'an surah al-Isra' ayat 84, bahwa Tuhan yang Maha Tahu jalan perjuangan siapa yang paling benar.

| Baca juga:

"Kita tidak bisa mengklaim cara kita paling benar. Kita harus saling menyadari bahwa kita berjuang dengan cara dan di jalan masing-masing,” ucap Sadad.

“Bapak-Bapak berjuang di jalur pendidikan diniyah, dan kami berjuang di jalur politik. Dan yang terpenting sebagai sesama pejuang, kita harus saling menguatkan," imbuhnya.{*}

| Baca berita Pilpres 2024. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.