33 Tahun Diterjang Banjir setiap Hujan Deras, Nih Harapan Warga Dukuh Kupang kepada Eri Cahyadi!

| -
33 Tahun Diterjang Banjir setiap Hujan Deras, Nih Harapan Warga Dukuh Kupang kepada Eri Cahyadi!
ATASI BANJIR: Material box culvert untuk mengatasi banjir di wilayah Dukuh Kupang Barat. | Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA | Barometer Jatim – Sejak 1991 atau 33 tahun, warga Dukuh Kupang Barat (DKB) I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, menghadapi terjangan banjir setiap kali hujan deras. Topografi yang rendah dan kapasitas saluran air tak memadai menjadi penyebab utama.

Meski belum sepenuhnya teratasi, Pemkot Surabaya telah mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah banjir di wilayah tersebut, termasuk memperluas box culvert dan membuat sodetan guna mengalihkan aliran air.

"Kami terima kasih sudah beberapa kali ini Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) dan Bapak Wakil Wali Kota (Armuji), berkenan sowan (datang) ke sini untuk meninjau langsung warganya yang sudah bertahun-tahun mulai 1991 banjir sampai sekarang," kata Sekretaris RW 8 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Murtono, Selasa (9/4/2024).

Menurutnya, volume air yang berlebihan selama hujan deras tidak dapat ditampung box culvert yang ada. Karena itu, dia berharap Pemkot meningkatkan kapasitas box culvert untuk menghindari ketergantungan pada saluran lama.

“Saat ini, Pemkot Surabaya sedang memperluas box culvert di wilayah kami, yang kami harapkan dapat menjadi solusi untuk memecah aliran air,” ungkap Murtono.

HARAPAN WARGA: Warga Dukuh Kupang Barat berharap perluasan box culvert dan sodetan segera selesai. | Barometerjatim.com/DOK

"Namun karena elevasi tanah yang rendah, kami juga berharap akan ada pembuatan sodetan baru di belakang Polsek Dukuh Pakis," sambungnya.

Riyanto, seorang warga yang terdampak banjir, mengungkapkan dirinya mengalami banjir yang parah sejak tinggal di sana 15 tahun yang lalu. “Banjir terakhir (Kamis, 4/5/2024) sangat parah, airnya sampai melebihi ambang pintu,” katanya.

Karena itu, warga yang berprofesi sebagai tukang jahit itu berharap, perluasan box culvert yang sedang dilakukan Pemkot bisa segera selesai agar banjir dapat teratasi.

"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi (banjir) seperti ini, karena warga dua kampung terdampak. Harapannya (box culvert) bisa cepat selesai, biar banjir cepat teratasi," ujarnya.

Hendrikus, warga DKB I, Gang 2, RW 08 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, turut mengapresiasi inisiatif Wali Kota Eri Cahyadi dalam pelebaran box culvert.

"Saya berterima kasih ketika Pak Wali (Eri Cahyadi) dengan sigap, tindak lanjut untuk menyikapi banjir di Dukuh Kupang Barat," kata Wakil Ketua RW 08 Putat Jaya, Kecamatan Sawahan itu.

Meski demikian, Hendrikus menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dan dampak pembangunan box culvert terhadap rumah-rumah warga. "Mungkin Pak Wali Kota bisa menunjuk bagian kontraktor, untuk pengawasannya tolong ditindaklanjuti," katanya.

Sebelumnya, Jumat (5/4/2024),, Eri Cahyadi meninjau langsung lokasi pelebaran box culvert di Jalan Dukuh Kupang Barat (DKB) I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.

Dia menyatakan, pelebaran box culvert ditargetkan selesai awal Juni 2024. Ini diharapkan agar pengerjaan saluran dan sodetan segera tuntas dan tidak terjadi banjir.

"Makanya saya minta dam-dam itu dicopot (dibuka) dulu semuanya, sambil kita lihat ini masih hujan lagi apa enggak. Tapi konsekuensinya kalau ini (sam) dicopot (dibuka), ya (box culvert) enggak bisa dikerjakan sama sekali,” ucapnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.