PKS Belum Tentukan Arah di Pilgub Jatim, Ikut Usung Khofifah atau Rajut Poros Baru?

| -
PKS Belum Tentukan Arah di Pilgub Jatim, Ikut Usung Khofifah atau Rajut Poros Baru?
BARU PENJAJAKAN: Iwan Setiawan, PKS belum tentukan arah dukungan di Pilgub Jatim. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menentukan arah dukungan di Pilgub Jatim 2024. Pilihannya bergabung dengan Parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengusung incumbet Khofifah Indar Parawansa atau membangun poros baru.

Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan menuturkan, terkait dengan Pilgub Jatim hingga kini belum ada keputusan. Baik terkait dengan calon yang akan diusung maupun partai koalisi. 

Sesuai arahan DPP, tandasnya, tugas DPW PKS Jatim adalah melakukan komunikasi dengan calon yang ada termasuk Khofifah. Tapi jika kemudian ada calon lain yang muncul juga akan melakukan komunikasi.

"Komunikasi dengan Bu Khofifah sudah tersambung, tinggal menentukan waktunya yang pas," katanya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pemenangan Pilkada se-Jatim di Kantor DPTW PKS Jatim, Sabtu (25/5/2024), yang dihadiri pengurus DPW dan Ketua DPD PKS se-Jatim.

Selain itu, Irwan menyampaikan bahwa PKS Jatim proaktif membangun komunikasi dengan Parpol yang ada di DPRD Jatim.

  • PETA PARPOL PILGUB JATIM 2024
    Rekom Khofifah-Emil: Demokrat (11 kursi), Golkar (15), PPP (4), Perindo (non kursi). Rekom Khofifah: Gerindra (21), PAN (5). Siap Dukung Khofifah: PDIP (21). Belum Tentukan Calon: PKB (27), Nasdem (10), PKS (5), PSI (1)

Alhamdulillah sudah dengan Gerindra dan Golkar, insyaallah dalam waktu dekat dengan Demokrat. Sedangkan dengan Partai Nasdem, PKB, PDIP, PAN, PPP, dan PSI masih dalam proses penjadwalan," ucapnya.

PKS Jatim, lanjutnya, sebagaimana arahan DPP melalui kontestasi Pilkada ingin memberikan kontribusi untuk membangun Jatim, baik di level provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, kenaikan kursi PKS untuk pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi momentum untuk berpartisipasi maksimal dalam Pilkada serentak 2024.

"Seluruh pengurus dan anggota PKS se-Jatim sudah siap untuk turut berpartisipasi serta menyukseskan," tegasnya.

Dalam kesempatan Rakor, Irwan juga menegaskan bahwa daerah yang capaian kursinya di atas 15 persen harus mengupayakan agar ada kader yang bisa diusung sebagai calon kepala daerah (Cakada).

Karena itu, dia meminta agar komunikasi dengan para calon dan juga Parpol harus terjalin secara baik dan maksimal.

"Salah satu yang diupayakan di Kota Batu, Kota Malang, Kota Madiun, dan Magetan. Namun tidak tertutup kemungkinan dari daerah yang lainnya. Untuk kota batu sudah muncul nama Ludi Tanarto, anggota DPRD Kota Batu," jelasnya.

Terkait tahapan penjaringan dan penyaringan calon, Irwan menegaskan PKS di Jatim tidak membuka pendaftaran calon yang akan maju dalam Pilkada tapi menjalin komunikasi dengan para calon yang ada.

Sesuai arahan DPP, tugas DPW dan DPD adalah melakukan komunikasi dengan semua calon dan Parpol di daerah masing-masing, membahasnya di level daerah untuk kemudian dibahas di tingkat wilayah dan Pusat.

“Yang pasti, persetujuan siapa calon yang diusung akan diputuskan oleh DPP. Namun demikian, komunikasi calon dengan PKS di daerah menjadi point penting yang harus terlaksana,” ucapnya.{*}

| Baca berita Pilgub Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.