Kemiskinan di Lamongan Terus Melandai, Dirham Taget 2026 Tersisa 11,95%!

Reporter : -
Kemiskinan di Lamongan Terus Melandai, Dirham Taget 2026 Tersisa 11,95%!
TERSISA 145,5 RIBU: Profil kemiskinan di Kabupaten Lamongan, Maret 2025 tersisa 145,45 ribu jiwa. | Sumber: BPS

LAMONGAN | Barometer Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot percepatan pengentasan kemiskinan. Tahun ini ditarget tersisa 11,95%.

Di awal 2026, komitmen tersebut dimulai dengan menggelar rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Ruang Airlangga Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (6/1/2026).

Ketua TKPKD Lamongan, Dirham Akbar Aksara menjelaskan, selain memastikan percepatan pengentasan kemiskinan, fokus kali ini juga untuk memaksimalkan program agar tepat sasaran. 

"Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu isu strategis nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan, angka kemiskinan di Kota Soto terus melandai dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023 jumlah penduduk miskin sebanyak 12,2% (149,94 ribu jiwa), turun menjadi 12,16% (146,98 ribu jiwa) pada 2024, dan semakin menurun di 2025.

Penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan/GK) di Lamongan pada Maret 2025 mencapai 145,45 ribu jiwa. 

Jumlah ini berkurang 1,53 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi Maret 2024. Secara persentase mengalami penurunan dari 12,16% pada Maret 2024 menjadi 12,03% pada Maret 2025.

Sedangkan garis kemiskinan pada Maret 2025 sebesar Rp 543.475/kapita/bulan, bertambah Rp 18.839/kapita/bulan atau naik 3,59% dibandingkan kondisi Maret 2024 sebesar Rp 524.636.

Melihat capaian tersebut, Dirham yang juga Wakil Bupati Lamongan menetapkan angka kemiskinan pada 2026 menjadi 11,95%. 

“Karena keberhasilan di tahun sebelumnya, menandakan keberhasilan dari ragam program yang telah dilaksanakan,” tandasnya.

Mengaktualisasikan target yang ditetapkan, Dirham menekankan harus dibarengi dengan upaya yang telah disiapkan. 

Di bidang kesehatan, di antaranya pengelolaan pelayanan kesehatan ibu hamil hingga pengelolaan pelayanan gizi masyarakat.

Lalu penyediaan infrastruktur ketersediaan pangan, pemantauan stok pangan di pasar, sosialisasi gemar ikan, dan masih banyak lagi.{*}

| Baca berita Kemiskinan. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.