Kenang Tragedi Kanjuruhan, Seleksi Banteng Jatim FC U-17 Diawali Tabur Bunga
MALANG | Barometer Jatim – Seleksi pemain muda Banteng Jatim FC U-17 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (8/3/2026), diawali dengan kegiatan tabur bunga untuk mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.
Penghormatan dilakukan sebelum proses seleksi yang dibuka Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDIP Jatim yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dimulai. Hal itu sebagai bentuk refleksi sekaligus pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang pertandingan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Manajer Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan agar para pemain muda yang mengikuti seleksi memahami makna kemanusiaan dalam dunia olahraga.
“Sepak bola bukan sekadar kompetisi. Ada nilai persaudaraan dan kemanusiaan yang harus dijaga. Karena itu, kami mengajak para peserta untuk sejenak mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan melalui tabur bunga sebelum seleksi dimulai,” ujarnya.
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022, menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Lebih dari 130 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, dalam insiden yang terjadi setelah pertandingan Arema Malang melawan Persebaya Surabaya.
Diikuti Ratusan Peserta
Setelah kegiatan tabur bunga, panitia melanjutkan agenda dengan seleksi terbuka pemain Banteng Jatim FC U-17 yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jatim.
Daniel menjelaskan, seleksi merupakan bagian dari program penjaringan talenta muda untuk memperkuat tim Banteng Jatim FC U-17.
“Kami ingin menjaring talenta-talenta muda berbakat dari wilayah Jatim, khususnya dari Malang dan sekitarnya,” katanya.
Para peserta seleksi akan dinilai tim pelatih profesional berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kemampuan teknik, kondisi fisik, hingga pemahaman permainan.
Pemain yang dinilai memiliki potensi, akan masuk dalam program pembinaan Banteng Jatim FC U-17 yang dipersiapkan untuk mengikuti Soekarno Cup 2026.
“Talenta-talenta muda ini akan kami bina secara serius, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang profesional bagi anak-anak muda di Jatim,” ujar Daniel.
Dapat Sambutan Besar
Sementara itu Asisten Manajer Banteng Jatim FC U-17, Eri Irawan, mengatakan seleksi terbuka tahun ini mendapat sambutan besar dari para pemain muda. “Hingga hari ini sudah ada sekitar 1.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi,” katanya.
Menurut legislator DPRD Kota Surabaya tersebut, Jatim dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam dunia sepak bola.
“Jatim ini gudang talenta sepak bola. Para peserta yang mengikuti seleksi menunjukkan kemampuan yang sangat baik di berbagai posisi,” ujarnya.
Dia menambahkan, proses seleksi dilakukan secara profesional dengan melibatkan pelatih berpengalaman agar proses penjaringan berjalan objektif.
Melalui seleksi terbuka ini, manajemen berharap dapat menemukan pemain-pemain muda berbakat yang nantinya akan menjadi bagian dari tim Banteng Jatim FC U-17 dalam menghadapi Soekarno Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Juli mendatang.
Selain fokus pada prestasi olahraga, program pembinaan yang disiapkan juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan bagi para pemain muda.
Lewat proses ini, Banteng Jatim FC berharap lahir generasi baru pesepak bola Jatim yang berprestasi sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam olahraga.{*}
| Baca berita PDIP Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur