Pacu Kompetensi, 8 Jam Guru SD-SMP di Bojonegoro Digembleng IoT Digital 5.0

Reporter : -
Pacu Kompetensi, 8 Jam Guru SD-SMP di Bojonegoro Digembleng IoT Digital 5.0
MELEK TEKNOLOGI: Puluhan guru di Bojonegoro digembleng pelatihan IoT Digital 5.0. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM

BOJONEGORO | Barometerjatim.com – 43 guru di Kabupaten Bojonegoro, terdiri dari 31 jenjang SD dan 12 jenjang SMP,  digembleng pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0 di Gedung Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro, Kamis (24/9/2026).

Kepala Dindik Bojonegoro, M Anwar Mukhtadlo menuturkan kegiatan digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya pemrograman mikrokontroler, jaringan internet, dan penerapan IoT dalam pembelajaran di sekolah.

“Penguasaan teknologi digital diperlukan, untuk mendorong inovasi pembelajaran dan penerapan teknologi yang bermanfaat langsung di lingkungan sekolah,” katanya.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis proyek, serta menumbuhkan budaya inovasi digital di sekolah.

"Harapannya, para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan dunia digital dengan penerapan teknologi di kehidupan nyata," ucap Anwar.   

Dalam pelatihan, puluhan guru tersebut mendapatkan materi selama delapan jam pelajaran yang disampaikan dua pemateri dari SMAN 1 Baureno Bojonegoro, yakni Muhammad Hamam dan Wahyu Eko Susanto. 

Kedua narasumber tersebut dihadirkan Yayasan Sains dan Teknologi Bojonegoro. Khusus Wahyu Eko, dia merupakan pendidik sekaligus praktisi robotika dan pengembang inovasi pendidikan yang mengabdikan diri sebagai guru Teknologi Robotika di SMAN 1 Baureno.

Pengalaman Praktik

Anwar menambahkan, melalui pelatihan tersebut peserta diperkenalkan pada konsep IoT sekaligus mendapatkan pengalaman praktik mengenai penerapannya.

Sejumlah materi yang diberikan meliputi pengenalan IoT dan komponennya, monitoring suhu dan kelembapan menggunakan DHT11, kontrol perangkat atau relay melalui internet, dashboard dan notifikasi IoT, hingga automasi sederhana berbasis IoT.

“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan hari ini. Pengetahuan yang diperoleh bisa dikembangkan dan diterapkan di sekolah, sehingga anak-anak juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi,” ucap Anwar.

Sementara itu Asisten III Administrasi Umum Setda Bojonegoro, Machmudin menyampaikan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu bagian penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pendidikan.

“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Yang paling penting adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan dan mengembangkannya,” katanya.

Machmudin menilai, pemanfaatan IoT juga memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan di lingkungan pendidikan. Karena itu, pelatihan semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para guru untuk semakin terbiasa dengan teknologi.

Dia juga menegaskan, workshop ini penting sekali karena anak-anak saat ini adalah generasi digital yang membutuhkan akses internet sebagai kebutuhan dasar dalam belajar. 

“Pelatihan ini memiliki tujuan untuk membantu guru merancang ekosistem digital aman di sekolah. Jangan takut pada teknologi dan memanfaatkan alat digital dalam pembelajaran,” imbuhnya.{*}

| Baca berita Pendidikan. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.