Pemkot Surabaya Kebut Proyek 5 Rumah Pompa Baru, Target Beroperasi 1 Desember!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya kebut pembangunan lima rumah pompa baru di kawasan Jalan Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari. Ditarget mulai beroperasi 1 Desember 2026.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem drainase, terutama di wilayah yang selama ini kerap mengalami banjir akibat keterbatasan kapasitas saluran.
"Saya memastikan kapan pembangunan ini selesai. Setelah melalui proses commissioning atau pengujian operasional, insyaallah pada 1 Desember seluruh rumah pompa sudah beroperasi," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Minggu (1/11/2026).
Target tersebut, tegasnya, menjadi bentuk kepastian kepada masyarakat mengenai penyelesaian lima rumah pompa pengendali banjir yang tengah dikerjakan Pemkot Surabaya.
"Jadi, kalau warga Surabaya bertanya kapan pengerjaannya selesai, insyaallah 1 Desember semuanya sudah bisa beroperasi," katanya.
Tinjau Pembangunan
Sebelumnya, Eri bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) meninjau langsung perkembangan pembangunan lima rumah pompa tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kapan pengerjaannya rampung.
Lokasi pertama yang ditinjau yakni rumah pompa di kawasan Nginden Intan Timur. Infrastruktur ini disiapkan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Nginden Intan, Manyar Rejo, hingga Semolowaru.
Menurut Eri, selama ini aliran air dari kawasan tersebut melewati jalur cukup panjang sebelum menuju Medokan Semampir. Untuk memperpendek jalur pengaliran, Pemkot Surabaya membangun rumah pompa di atas tanah milik Gereja Bethany Nginden.
"Kami membangun rumah pompa di atas tanah milik Gereja Bethany. Nantinya, aliran air yang menuju Medokan akan langsung di-shortcut (dipotong) menuju Kali Surabaya (Kali Jagir)," jelasnya.
Eri menyampaikan terima kasih kepada pihak Gereja Bethany, yang telah menyediakan lahan dan memberikan sebagian area untuk pembangunan box sehingga bisa memotong arus air langsung menuju Kali Jagir.
"Dengan demikian, aliran air yang sebelumnya harus menempuh jalur cukup jauh menuju Medokan Semampir bisa langsung dialihkan ke Kali Jagir," tuturnya.
Peninjauan berikutnya di rumah pompa Panjang Jiwo. Infrastruktur ini dibangun untuk mengatasi persoalan aliran air di sekitaran kawasan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Apartemen Metropolis, SMA Negeri 14 Surabaya, hingga Universitas Surabaya (Ubaya).
"Kawasan tersebut sudah bertahun-tahun mengalami banjir setiap kali hujan turun. Apalagi ketika hujan bersamaan dengan air pasang, genangannya semakin parah," ungkapnya.
Eri tidak menampik proses pembangunan menimbulkan keluhan masyarakat, lantaran berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Namun dia meminta warga bersabar, karena pekerjaan tersebut bagian dari upaya Pemkot mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi.
Kurangi Genangan
Selanjutnya, Eri meninjau pembangunan rumah pompa Dharmahusada. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi genangan di kawasan Gersikan, Kelurahan Pacar Keling, sekitar SPBU Jalan Dharmahusada, hingga jalan pertigaan menuju kamar jenazah RSUD Dr Soetomo.
Sedangkan rumah pompa Tambak Segaran dibangun untuk mengurangi banjir di kawasan Gelora 10 November Jalan Tambaksari, hingga Kaza Mall Surabaya di Jalan Kapas Krampung.
Menurut Eri, salah satu penyebab genangan di kawasan tersebut adalah lambatnya aliran air menuju Jalan Karangempat. Untuk mempercepat pengaliran, Pemkot membangun rumah pompa di dekat Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rangkah.
Adapun rumah pompa kelima berada di kawasan Tanjungsari. Banjir yang kerap terjadi di antaranya meliputi kawasan Simorejo Sari 1A dan 1B.
Penanganan banjir di lokasi ini, dilakukan melalui pembangunan saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan serta penyesuaian elevasi tepi jalan. Namun aliran air di Simorejo tidak dialirkan menuju Bozem Tanjungsari, tetapi ke Bozem Simorejo yang berada di bawah jalan tol.
Eri berharap, pembangunan lima rumah pompa tersebut dapat selesai sesuai jadwal dan berfungsi optimal dalam mengurangi genangan di sejumlah kawasan. Dia meminta doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan benar-benar bisa mengatasi genangan.
"Insyaallah seluruh pekerjaan lima rumah pompa ini bisa beroperasi pada 1 Desember 2026," katanya.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur