Narkoba Menggila, PMII Lamongan: Satlak P4GN Lemah

-
Narkoba Menggila, PMII Lamongan: Satlak P4GN Lemah
SOROTI KINERJA SATLAK P4GN: PMII Lamongan melakukan aksi terkait maraknya persaran narkoba, Kamis (27/9). Mereka soroti kinerja Satlak P4GN. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR LAMONGAN, Barometerjatim.com Prihatin melihat peredaran narkoba di Kabupaten Lamongan yang kian 'menggila', puluhan massa dari Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan melakukan aksi di depan kantor bupati dan DPRD Lamongan, Kamis (27/9). Para mahasiswa mempertanyakan kinerja Satuan Pelaksana Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satlak P4GN) Lamongan selama ini. Selain itu, peleburan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) menjadi Satlak P4GN juga dinilai tidak berdasar. Dalam aksinya, massa juga mengusung sejumlah poster, di antaranya bertuliskan: Satlak P4GN lumpuh, Satlak P4GN vakasih Wah.. Kinerja lemah, Pemda kerjanya apa narkoba parah. Baca: Minta Jadi PNS Tanpa Tes, Honorer Lamongan Turun Jalan "Kami minta Pemda serius memberantas peredaran narkoba serta memfungsikan kembali BNK, karena pembubaran BNK sangat tidak ada alasan pasti," papar Ketua PC PMII Lamongan, Muhammad Fahmi Fikri dalam orasinya. Menurutnya, Pemkab saat ini terkesan tidak serius dalam menangani kasus peredaran narkoba. Apabila penyalahgunaan narkoba terus dibiarkan akan berdampak pada masa depan bangsa. "Kami prihatin penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Kami khawatir ini akan merusak moral generasi muda, jika tidak diberantas," kata Fahmi. Baca: Sidak Dewan: Lapas Lamongan Overload dan Minim Air Bersih Tak berhasil menemui bupati ataupun perwakilanya, para mahasiswa akhirnya melanjutkan aksinya di depan kantor DPRD Lamongan. Kali ini masa ditemui Wakil Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur. Politikus yang juga ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut berjanji akan secepatnya menindaklanjuti aspirasi Mahasiswa. "Kami kan menindaklanjuti aspirasi teman-teman PMII bersama pimpinan DPRD Lamongan," tegasnya. Baca: Catat! Ini 79 Dusun dan 58 Desa di Lamongan yang Kekeringan Ghofur meminta agar mahasiswa bersabar, karena dalam waktu dekat, tidak sampai seminggu, aspirasinya dijanjikan akan dibahas bersama. "Dalam waktu 3-4 hari ke depan evaluasi personalia, kinerja dan penggunaan anggaran Satlak P4GN Lamongan akan kami lakukan," janji Ghofur. Baca: Kelola Akper Lamongan, Unair Harap Pemkab Tetap Komitmen Sementara berdasarkan data pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba oleh Polres Lamongan, terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2016 polisi berhasil mengungkap 48 kasus, di 2017 terdapat 57 kasus, serta di 2018 hingga saat ini terdapat 49 kasus.
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.