Pilgub Jatim 2024: Muda dan Progresif, Bupati Fauzi Dipandang Layak Ikuti Jejak M Noer!

| -
Pilgub Jatim 2024: Muda dan Progresif, Bupati Fauzi Dipandang Layak Ikuti Jejak M Noer!
PROGRESIF: Bupati Fauzi, kategori kepala daerah progresif dan berpandangan maju. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometer Jatim – Memasuki 2023, kontestasi Pilgub Jatim 2024 makin hangat jadi perbincangan. Terlebih Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa disebut-sebut berpeluang maju ke Pilpres dan isu pecah kongsi dengan Wagub Emil Elestianto Dardak.

Andai Khofifah maju ke Pilpres, siapa yang layak memimpin Jatim? Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam berpendapat, sejumlah tokoh pantas berada di grid terdepan.

Salah satunya Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Kader PDI Perjuangan tersebut, menurut Surokim, layak menjadi kandidat karena memiliki sejumlah kelebihan.

"Dalam pengamatan saya, (Achmad Fauzi) masuk kategori kepala daerah kabupaten/kota milenial di Jatim yang cukup progresif dan berpandangan maju," katanya, Minggu (1/1/2023).

Lagi pula, secara kultur, tandas Surokim, Fauzi bisa mewakili kultur Madura. Dengan demikian, dapat menguatkan representasi arus bawah warga Jatim.

"Sebagai kepala daerah dengan masyarakat dominan rural, tentu bisa memahami kebutuhan masyarakat bawah lebih baik," kata pengamat yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) tersebut.

Surokim juga menganggap wajar apabila ada tokoh Madura yang akan memimpin Jatim, mengingat provinsi ini pernah dipimpin Mohammad Noer (1967-1976), Gubernur Jatim legendaris asal Pulau Garam.

"Jika kita melihat sejarah, Gubernur Moh Noer yang legendaris juga berasal dari kultur Madura, sehingga wajar saja jika ada tokoh dari Madura memimpin Jatim," katanya.

Khofifah sendiri dispekulasikan berpeluang maju di Pilpres 2024. Bahkan menjadi rebutan untuk mendampingi sejumlah nama kandidat Capres, di antaranya Prabowo Subianto, Anies Baswedan, hingga Ganjar Pranowo.

Andaipun kembali running di Pilgub Jatim, isu soal pecah kongsi dengan Emil Dardak, membuat sejumlah tokoh muda berpeluang mendampingi Khofifah dan kontestasi Pilgub Jatim selalu berjalan seru.

Surokim berpendapat, Pilgub Jatim ibarat Liga 1 di Indonesia. "Sehingga yang akan ikut kontes biasanya tokoh berkelas nasional, sangat kompetitif," tuntasnya.{*}

» Baca berita terkait Pilgub Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan.