Balitbang Jatim Berubah Nama Jadi Brida, Apa yang Diharapkan Khofifah?

| -
Balitbang Jatim Berubah Nama Jadi Brida, Apa yang Diharapkan Khofifah?
BERI UCAPAN: Khofifah lantik 11 pejabat eselon II dan kukuhkan Kepala Brida Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometer Jatim – Bersamaan dengan pelantikan 11 Pejabat Tinggi Pratama (eselon II), Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga mengukuhkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (6/1/2023).

Khofifah menuturkan, pengukuhan Kepala Brida Jatim ini bagian dari proses perubahan atau pergantian nama dari Balitbang menjadi Brida.

Apakah Perdanya (Peraturan Daerah) sudah beres? “Perda ini sudah turun, fasilitasi dari Kemendagri juga sudah ada nomornya. Berarti sudah sah untuk mengganti nama Balitbang ini menjadi Brida. Kepalanya tetap Pak Andrianto yang sebelumnya Kepala Balitbang Jatim,” kata Khofifah.

“Perubahan ini tentunya akan diikuti penyesuaian tupoksi termasuk struktur organisasinya. Dimana tupoksi dan struktur ini juga akan melihat referensi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kami harap keberadaan Brida mampu mengungkit berkembangnya riset dan inovasi di Jatim,” imbuhnya.

Khofifah menuturkan, dibentuknya Brida Jatim ini merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) No 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Peraturan Presiden (Perpres) No 78 tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Selanjutnya, dituangkan ke dalam Perda Jatim No 13 tahun 2022 tentang Perubahan Keempat atas Perda No 11 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

“Dengan dibentuknya Brida diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, organisator, dan kolaborator untuk memecahkan permasalahan berbasis riset di daerah,” kata Khofifah.

“Serta kami harap dapat menjalankan fungsi penunjang penelitian dan pengembangan, pengkajian dan penerapan serta inovasi yang terintegrasi di daerah,” imbuhnya.

Sementara itu 11 pejabat eselon II Pemprov Jatim yang dilantik yakni Nana Fadjar Prijantoro sebagai Kepala Bakorwil Jember, Sufi Agustini sebagai Kepala Bakorwil Pamekasan, Sherlita Ratna Dewi Agustin sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, dan Dydik Rudy Prasetya sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

Lalu I Nyoman Gunadi sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, Didik Chusnul Yakin sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Budi Raharjo sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, dan Moch Bachtiar Budianto sebagai Direktur RSUD Saiful Anwar Jatim.

Berikutnya Tauhid Islamy sebagai Direktur RS Soedono Madiun, Tjipto Prasetyo Nugroho sebagai Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD dr Soetomo, Ahmad Suryawan sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soetomo, serta Andriyanto yang dikukuhkan sebagai Kepala Brida Jatim.{*}

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Abdillah HR.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.