4 Tahun Khofifah-Emil Pimpin Jatim, Muhammadiyah Beri Catatan Positif soal IPM

| -
4 Tahun Khofifah-Emil Pimpin Jatim, Muhammadiyah Beri Catatan Positif soal IPM
POSITIF: Sukadiono, sebut Khofifah-Emil berhasil naikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometer Jatim – Perjalanan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memimpin Jatim mendapat catatan positif dari Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jatim. Keduanya dinilai berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono, janji kampanye Khofifah-Emil yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya melalui Jatim Cerdas dan Sehat menjadi faktor penting dalam meningkatnya IPM pada 2022 hingga mencapai angka 72,75 atau naik 0,61 poin dari tahun sebelumnya. Pada 2021, IPM Jatim yang mencapai angka 72,14 juga berhasil mengalami kenaikan 0,43 poin.

“Artinya, ada komitmen yang secara berkelanjutan telah dibuktikan oleh Khofifah-Emil dalam merealisasikan visi Jatim Cerdas dan Sehat,” ujarnya, Rabu (15/2/2023).

Bagi Sukadiono, untuk mencapai peningkatan IPM selama dua tahun berturut di masa pandemi bukanlah hal yang mudah. Sebab, pada situasi tersebut dunia kesehatan dan pendidikan sedang mengalami tekanan yang luar biasa.

“Tantangan peningkatan IPM dengan sederet indikatornya jelas sangat sulit diraih,  ketika situasinya seperti dua tahun terakhir mengalami pandemi,” ujarnya.

Diketahui, penilaian IPM oleh Badan Pusat Statistik (BPS) didasarkan pada indeks pendidikan, indeks kesehatan, umur harapan hidup, dan pengeluaran per kapita per tahun.

Lebih lanjut Sukadiono menjelaskan, keberhasilan Pemprov Jatim dalam meningkatkan IPM selaras dengan komitmen Muhammadiyah dalam memberikan layanan pendidikan, layanan kesehatan, maupun layanan sosial bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya akan terus mendukung pemerintahan Khofifah-Emil dalam mewujudkan visi Jatim Cerdas dan Sehat.

“Dalam memberikan layanan kesehatan, layanan pendidikan dan layanan sosial pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, Muhammadiyah selalu hadir melalui amal usahanya untuk memberikan layanan sebaik-baiknya. Dan selama ini sinergi itu telah terjalin dengan sangat baik dengan Bu Khofifah,” tuturnya.

Kendati kinerja peningkatan IPM cukup memuaskan, Sukadiono berharap ada upaya lebih serius dari pemerintah untuk penurunan angka kemiskinan di Jatim. Suko mengakui, penurunan angka kemiskinan sejatinya telah berhasil dilakukan Khofifah-Emil melalui berbagai intervensi program. Namun jumlah penduduk miskin yang mencapai 4,2 juta jiwa membutuhkan upaya yang lebih besar lagi.

"Usaha menurunkan angka kemiskinan telah dilakukan dengan baik. Tetapi tentu kita berharap ke depan akan semakin baik lagi di tangan Khofifah-Emil," ujarnya.

Ke depan, tandas Sukadiono, berharap komitmen mewujudkan Jatim Cerdas dan Sehat serta penguatan visi Jatim Sejahtera yang telah di-break down dalam rencana kerja pemerintah daerah dapat terealisasikan secara tepat. Hal tersebut akan membutuhkan dukungan kuat dari struktur birokrasi di bawah kendali kepala daerah serta sinergi dari seluruh elemen strategis di luar pemerintahan.

“Muhammadiyah memiliki sumber daya yang besar untuk mendukung pencapaian-pencapaian positif pembangunan manusia serta penurunan kemiskinan di Jatim. Dan seluruh sumber daya itu akan terus dimaksimalkan sebagai komitmen kerja bersama mewujudkan kehidupan masyarakat yang berkualitas,” ujar Sukadiono.{*}

» Baca Berita 4 Tahun Khofifah-Emil Pimpin Jatim

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.