2 Pelajar Ciptakan EWS, DPRD Surabaya Tekankan Perlu Didampingi Pemkot Peroleh HAKI

| -
2 Pelajar Ciptakan EWS, DPRD Surabaya Tekankan Perlu Didampingi Pemkot Peroleh HAKI
BERI APRESIASI: AH Thony melihat cara kerja EWS ciptaan dua pelajar SMPN 52 Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – DPRD Kota Surabaya minta Pemkot mendampingi dua pelajar SMPN 52 Surabaya, Vanessa Dewi Saraswati dan Adita Zahra Putri memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari karya alat peringatan dini kejadian atau Early Warning System (EWS) yang mereka ciptakan.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan pendampingan, bahwa semangat seperti itu perlu difasilitasi untuk mendapatkan HAKI,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony, Kamis (8/2/2024).

Menurutnya, EWS perlu dipatenkan sebagai dukungan atau apresiasi karya anak bangsa.

“Anak bangsa tidak boleh dianaktirikan, harus ada keadilan dan keberpihakan, sehingga tersambung dengan pemerintah pusat soal Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurutnya, EWS sangat dibutuhkan Surabaya, mengingat banyak kejadian kegawatdaruratan di permukiman. Mulai kebakaran, kejahatan, hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Sering kali di masyarakat tiba-tiba ada kebakaran karena faktor kelalian atau kejadian perampokan yang bisa menyebabkan korban jiwa,” ucapnya.

Dia berharap, karya ini bisa menginspirasi pelajar lain di Kota Surabaya untuk ikut menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Kalau diibaratkan mereka berdua ini varietas unggul yang bisa dijadikan contoh menggugah semangat masyarakat lain,” katanya.

Sementara itu Vanessa menyebut, ide awal pembuatan alat ini karena peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di sekitarnya.

“Ada rumah kosong yang terbakar habis karena sedang tidak ada patroli,” ujarnya.

Sehingga, dibuatlah alat yang bisa menyalurkan informasi dari satu rumah ke pos keamanan. Alat itu dilengkapi beragam komponen, mulai sensor api, gas, magnet, tombol darurat, sensor suhu, dan kelembapan udara.

“Kalau misalnya ada gas, maka informasi masuk di pos satpam bahwa di salah satu rumah ada kebocoran gas,” ucapnya.

Meski demikian, menurutnya alat ini masih perlu disempurnakan untuk mencegah delay pada sistem sensor.

“Kalau evaluasi bisa pakai sensor yang lebih kuat sehingga lebih sensitif,” katanya.{*}

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.