DPRD Soroti Pengendalian Banjir di Surabaya: Masih Jadi PR Besar di 2026!

Reporter : -
DPRD Soroti Pengendalian Banjir di Surabaya: Masih Jadi PR Besar di 2026!
GENCAR TURUN: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sidak normalisasi Sungai Kalianak. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Meski sejumlah titik genangan berkurang di 2025, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni menyoroti pengendalian banjir di Kota Pahlawan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di 2026.

"Kota Surabaya ini memang belum selesai di 2025 dan itu masih akan direncanakan hingga 2026. Baik pengendalian banjir di kawasan permukiman melalui u-ditch yang akan dibangun tahun depan, maupun saluran-saluran besar termasuk rumah-rumah pompa," kata Fathoni dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Legislator asal Partai Golkar itu menilai, kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah cekungan menjadi tantangan tersendiri.

“Aliran air dari daerah dataran tinggi seperti Malang dan Sungai Brantas bermuara ke Surabaya, ditambah potensi pasang air laut yang kerap diperingatkan BMKG,” katanya.

Meski demikian, Fathoni mengapresiasi perbaikan kondisi di sejumlah kawasan yang sebelumnya rutin terdampak banjir. Menurutnya, program pengendalian banjir yang dijalankan Pemkot Surabaya menunjukkan hasil positif.

"Alhamdulillah di beberapa tempat yang dulu langganan banjir itu kemarin sudah tidak ada. Artinya, program pengendalian banjir yang dikebut selama ini sudah terbukti efektivitasnya meskipun belum 100 persen," ujarnya.

DPRD Surabaya bersama Pemkot, tandas Fathoni, juga telah menyusun skema pembiayaan alternatif agar pembangunan infrastruktur tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran. 

"Kami bangun di awal tahun ini hingga 2027 sehingga mudah-mudahan di 2028 ketika seluruh proyek infrastruktur, baik jalan maupun penanganan banjir sudah selesai, masyarakat akan merasakan manfaatnya," ucapnya.

Tak Hanya Kemiskinan

Sepanjang 2025 Pemkot Surabaya memang tidak hanya memfokuskan program penanggulangan kemiskinan, pendidikan hingga peningkatan perekonomian masyarakat.

Pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan dan penanggulangan banjir yang memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, juga menjadi prioritas utama.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pembangunan infrastruktur termasuk pengendalian banjir dan perbaikan jalan, masuk daftar program prioritas Pemkot Surabaya pada 2025. Kebijakan itu selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021-2026.

"Pemkot punya semangat bersama dengan DPRD. Sehingga anggaran kita dari sekian titik, maka banjirnya berkurang menjadi berapa titik. Sehingga kami berharap, masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah,” kata Eri.

Selama 2025, Pemkot Surabaya telah menuntaskan berbagai program penanganan banjir dan perbaikan jalan melalui sejumlah langkah strategis. 

Di antaranya pembangunan lima rumah pompa, pembangunan saluran drainase di 233 titik, serta pengaspalan jalan di 24 lokasi dengan total panjang mencapai 10.285,83 meter.

Adapun lima rumah pompa yang dibangun masing-masing memiliki kapasitas 3,5 meter kubik per detik. Lokasinya tersebar di Jalan Dukuh Menanggal (Gayungan), Jalan Karah Agung (Jambangan), Jalan Ketintang Madya (Gayungan), Jalan Margorejo Indah (Wonocolo), dan Jalan Amir Mahmud (Gunung Anyar).

Eri menjelaskan, pengendalian genangan di Surabaya tidak cukup hanya mengandalkan saluran air. Keberadaan rumah pompa dinilai krusial untuk mempercepat aliran air dari daratan menuju laut saat terjadi banjir atau genangan. 

"Maka dari itu salah satu caranya adalah dengan kita membangun rumah pompa. Kalau kita menggunakan gravitasi atau elevasi, itu menjadi lama (surut)," jelasnya.

Selain rumah pompa, Pemkot Surabaya juga membangun saluran drainase di 233 lokasi dengan total panjang mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer. 

Sejumlah ruas yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Karah sisi barat sepanjang 1.096 meter, Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3 sepanjang 883 meter, Jalan Raya Pagesangan sepanjang 630 meter, Outlet Raya Sambikerep sepanjang 850 meter, serta Siwalankerto Timur sisi timur sepanjang 900 meter.

Pembangunan Saluran

Tidak hanya itu, pembangunan saluran juga telah diselesaikan di Diversi Taman Cahaya-Jalan Raya Pakal sepanjang 425 meter, Saluran Jalan Gayungsari Barat X sepanjang 1.102 meter, Lebak Permai III sepanjang 528 meter, Tambak Wedi Jaya III sepanjang 940 meter, serta Jalan Jemursari II sepanjang 570,90 meter. 

“Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan jumlah titik genangan hingga 38 lokasi,” ucap Eri.

Lebih dari itu, Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek-proyek drainase di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir. 

Eri menyampaikan, percepatan tersebut dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2026.

Dia mencontohkan kawasan Pakal yang puluhan tahun kerap terendam banjir kini dinilai lebih aman setelah sistem drainase dibenahi. Untuk 2026, Pemkot Surabaya akan memprioritaskan pembangunan drainase di wilayah Sukomanunggal.

Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi menyampaikan sepanjang 2025 terdapat ratusan proyek saluran air yang dikerjakan di berbagai wilayah. "Kalau hujan turun, saluran-saluran ini harus berfungsi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebagian besar proyek tersebut berupa pembangunan saluran baru maupun pelebaran saluran lama. Dengan peningkatan kapasitas dan konektivitas ke rumah pompa, genangan air diharapkan dapat ditekan selama musim hujan. 

“Dulu masih pakai batu kali, sekarang kami ganti dengan box culvert berukuran lebih besar agar kapasitas tampung air meningkat,” katanya.

Syamsul juga menggarisbawahi persoalan sampah yang kerap menyumbat aliran air sebagai tantangan utama penanganan genangan. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Surabaya menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) serta petugas rumah pompa selama 24 jam.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.