Jokowi Cabut PPKM, Eri Cahyadi Langsung Tancap Gas Percepat Laju Ekonomi Surabaya

| -
Jokowi Cabut PPKM, Eri Cahyadi Langsung Tancap Gas Percepat Laju Ekonomi Surabaya
DICABUT: Pemkot saat menerapkan PPKM di salah satu titik di Kota Pahlawan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometer Jatim – Tak Pakai lama. Begitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung tancap gas percepat laju perekonomian Kota Pahlawan.

Eri segera menindaklanjuti kebijakan Jokowi dengan melibatkan peran serta masyarakat, mengumpulkan RT/RW untuk memaparkan strategi Pemkot Surabaya dalam percepatan kegiatan perekonomian.

“Sebenarnya (saat menerapkan) PPKM, kita sudah bisa melakukan (laju ekonomi) sampai dengan 7,17 persen. Selanjutnya, kita akan memanggil, mengumpulkan semua RT/RW bergantian per kelurahan,” kata Eri, Senin (2/1/2023).

“Kita akan sampaikan strategi dan paparan kita, karena pembangunan, penyelesaian permasalahan kemiskinan dan pengangguran itu juga bergantung peran serta masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lain, Eri menjelaskan bahwa Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya tetap bertugas. Hal ini merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 53 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 pada Masa Transisi Menuju Edemi.

“(Hasil) rapat (dengan pemerintah pusat) ini PPKM ditiadakan, tapi tetap ada catatan. Pertama, bagaimana Satgas Covid-19 tetap ada untuk mencegah lonjakan. Kedua, disampaikan pada pemakaian masker di tempat keramaian dan ruang tertutup. Kalau ada orang yang merasa (bergejala) sakit (Covid-19) maka dilakukan isolasi secara mandiri,” paparnya.

Karena itu, terang Eri, dibutuhkan peran serta masyarakat dalam membatasi pergerakan virus Covid-19. Sebab, jika terjadi kenaikan angka kasus, maka hal tersebut diakibatkan jenis mutasi virus atau munculnya varian baru.

Dia juga kembali mengingatkan masyarakat Surabaya soal pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah laju Covid-19.

“Disampaikan Pak Menkes (Budi Gunadi) juga, Covid-19 ini bukan karena tahun baru atau lebaran tetapi karena setiap varian baru mereka ada lonjakan,” kata Eri.

“Insyaallah sampai dengan Agustus kita akan melakukan itu sambil melihat pergerakan-pergerakan. Kalau nanti sampai Agustus itu tidak ada lonjakan maka dilakukanlah endemi,” terangnya.

Eri menambahkan, kondisi Surabaya dalam upaya penanganan Covid-19 terjadi penurunan kasus. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menggencarkan vaksinasi dosis 3 (booster) di tingkat RW. Camat dan lurah diminta mendeteksi warganya yang belum melakukan vaksin booster berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

“Alhamdulilah landai, kalau turunnya (Covid-19) cepat, dia sembuhnya cepat, berarti tinggi imunnya. Sehingga salah satu faktor untuk melakukan pencegahan ini adalah imun (vaksinasi) booster,” ucapnya.{*}

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.