Tokoh Senior NU Cak Anam Tutup Usia, PDIP Surabaya Berduka: Sosok Egaliter yang Ringan Tangan!

| -
Tokoh Senior NU Cak Anam Tutup Usia, PDIP Surabaya Berduka: Sosok Egaliter yang Ringan Tangan!
KELUARGA NU: Cak Anam (kanan) bersama putra pendiri NU KH Wahab Chasbullah, Gus Hasib. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA | Barometer Jatim – PDI Perjuangan Kota Surabaya berduka atas wafatnya tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Choirul Anam alias Cak Anam pada usia 69 tahun di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, Senin (9/10/2023) pukul 05.45 WIB.

“Semoga beliau mendapat tempat terbaik dan termulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,  serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam situasi duka ini,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono.

Adi mengenal Cak Anam bukan hanya sebagai tokoh NU, tetapi tokoh pergerakan politik. Cak Anam juga dikenal suka membimbing para aktivis, termasuk para juniornya di dunia politik dan aktivisme.

“Saya secara pribadi, dulu tahun 90-an dan awal tahun 2000-an, beberapa kali cangkrukan dengan Cak Anam. Beliau tidak pelit berbagi ilmu, berbagi pengalaman, agar kami para juniornya ini bisa menjadi lebih baik. Beliau senior panutan,” kenangnya.

| Baca juga:

Adi menandaskan, banyak kalangan merasa kehilangan dengan meninggalnya Cak Anam. Itu karena sikap Cak Anam yang egaliter, tidak pernah membeda-bedakan kolega, dan selalu ringan tangan dalam menolong.

“Cak Anam adalah sosok egaliter. Meski sebenarnya beliau adalah tokoh Jatim dan nasional, ketika cangkrukan dengan kami tetap tidak sombong. Egaliter khas arek Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Adi.

Cak Anam lahir di Kabupaten Jombang pada 30 September 1954. Sejak mahasiswa aktif di berbagai organisasi, mulai dari PMII hingga GP Ansor. Dia juga Pendiri sekaligus Dewan Kurator Museum NU di Surabaya.

“Beliau juga seorang penulis dan jurnalis yang produktif,” ujar Adi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Cak Anam memang rutin menulis buku, antara lain berjudul Pemikiran KH Achmad Siddiq, Gerak Langkah Pemuda Ansor, dan Jejak langkah Sang Guru Bangsa: Suka Duka Mengikuti Gus Dur Sejak 1978.{*}

| Baca berita PDIP Surabaya. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.