Baru 14 Hari Duduki Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono Mulai Koleksi Penghargaan!

| -
Baru 14 Hari Duduki Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono Mulai Koleksi Penghargaan!
PENGHARGAAN: Noor Achmad (kiri) menyerahkan penghargaan Baznas kepada Adhy Karyono. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA | Barometer JatimAdhy Karyono baru 14 hari menyandang Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur -- dilantik Mendagri Tito Karnavian pada Jumat, 16 Februari 2024. Namun urusan koleksi penghargaan mulai ngegas.

Adhy menerima penghargaan perdana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik kategori gubernur yang diserahkan Ketua Baznas, Prof Dr KH Noor Achmad dalam acara Baznas Awards 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Adhy tidak sendiri menerima penghargaan kategori tersebut, melainkan bersama 14 kepala daerah provinsi lainnya.

Yakni Plh Gubernur Riau, Pj Gubernur Jawa Tengah, Pj Gubernur Banten, Pj Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Kalimatan Selatan, Pj Gubernur Bali, Pj Gubernur Kalimatan Timur, Pj Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Sulawesi Tengah, Gubernur Jambi, Gubernur Bengkulu, dan Pj Gubernur Jawa Barat.

Sebagai catatan, penghargaan perdana yang diterima Adhy tersebut bahkan lebih cepat dari bekas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang baru menerima di hari ke-21 sejak dilantik pada 13 Februari 2019.

Berdasarkan data Pemprov Jatim, saat itu Khofifah diberi penghargaan "Perempuan Satu Digit" oleh Badan Musyawarah Antar-Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag LKKI) di Kota Batu, karena dinilai mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia hingga 10% melalui sejumlah program.

Setelahnya, koleksi penghargaan Khofifah menumpuk dalam tempo 5 tahun memimpin Jatim sejak 13 Februari 2019 hingga 13 Februari 2024. Tercatat, hingga Khofifah lengser mengumpulkan 738 penghargaan dengan meninggalkan 4,18 juta kemiskinan dan 1,17 juta pengangguran.

Selain itu, di kepemimpinan Adhy yang baru berusia 14 hari, Pemprov Jatim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) meraih Penghargaan Dukcapil Prima Award 2024 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada Kepala DP3AK Jatim, Tri Wahyu Liswati yang mewakili Adhy dalam Rakornas Dukcapil 2024 di Batam, Selasa (27/2/2024).

Penghargaan tersebut diberikan, karena Jatim menjadi provinsi dengan jumlah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tertinggi 2024 di wilayah Indonesia Bagian Barat.

Berdasarkan data dari PDAK Ditjen Dukcapil per 15 Februari 2024, jumlah aktivasi IKD Jatim mencapai 1.407.172 mengungguli DKI Jakarta dengan capaian 1.401.289 aktivasi.

Zakat Produktif

Usai menerima penghargaan dari Baznas, Adhy mengatakan pengelolaan zakat di Jatim masuk kategori terbaik, karena komitmen banyak pihak yang memberikan kepercayaan kepada Baznas Jatim untuk mengelola zakat dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Komitmen kami terus mengoptimalkan kesadaran berzakat kepada para muzakki (pemberi) serta penyaluran zakat bagi mustahik (penerima) baik masyarakat kurang mampu, miskin dan anak yatim," katanya.

Selain itu, berzakat merupakan kebijakan Khofifah-Emil Dardak yang mencari dan menyosialisasikan infak sedekah melalui Baznas. Lantaran kebermanfaatan Baznas sangat dirasakan dan ditingkatkan lagi untuk membantu yang membutuhkan, di antaranya melalui zakat produktif.

"Akhirnya kita bisa menghasilkan pemasukan untuk infak dan sedekah ke Baznas lebih tinggi dan mendapatkan penghargaan melalui Baznas," ucapnya.

Adhy menuturkan, selama 2023 jumlah hibah Pemprov Jatim untuk melangsungkan program kerja Baznas Jatim senilai Rp 3 miliar. Sedangkan hibah Baznas untuk melangsungkan program kerja di 2024 senilai Rp 2,5 miliar.

Adhy mengatakan, satu dari lima program unggulan Baznas Jatim diselaraskan dengan sembilan program Nawa Bhakti Satya, salah satunya Jatim Sejahtera.

Jatim Sejahtera, kata Adhy, bergerak di bidang ekonomi yang terdiri dari bantuan alat kerja dan bantuan permodalan bagi pengusaha ultra mikro dengan total anggaran yang dikeluarkan selama tahun 2023 senilai Rp 2,6 miliar.

"Diberikan berupa alat kerja dan tambahan modal. Mustahik hanya memiliki hak guna atas alat kerja yang dibantukan dan apabila tidak dipakai alat kerja akan dialihkan kepada mustahik lain," jelasnya.{*}

| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Abdillah HR | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.