Diguncang Kadernya Korupsi Dana Hibah Rp 39,5 M, Suara Golkar di Jatim Tetap Melesat!

| -
Diguncang Kadernya Korupsi Dana Hibah Rp 39,5 M, Suara Golkar di Jatim Tetap Melesat!
MELESAT: Sarmuji, suara Golkar tetap melesat di tengah guncangan korupsi yang menjerat sahat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SURABAYA | Barometer Jatim – 13 bulan 14 hari menuju Pemilu Legilastif (Pileg) 2024, Partai Golkar mendapat guncangan hebat setelah kadernya, Sahat Tua Simandjuntak terjerat korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Jatim yang merugikan negara hingga Rp 39,5 miliar.

Saat menghadiri Rakerda dan Rapimda Partai Golkar Banyuwangi, Rabu, 28 Desember 2022 atau 14 hari setelah Sahat terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhamad Sarmuji bahkan mengakui hal itu akan berpengaruh pada perolehan suara partai.

Namun sebagai politikus ulung dan berpengalaman, Sarmuji dan seluruh pengurus serta kader bertekad membangkitkan kembali elektabilitas Partai Beringin di sisa waktu sebelum Pileg 14 Februari 2024.

"Tentu kami tahu bahwa apa yang terjadi sekarang pasti berpengaruh. Tapi Pemilu masih setahun lagi. Mudah-mudahan dengan berbagai usaha, kami bisa recovery," katanya kepada wartawan, saat itu. 

1 tahun 45 hari kemudian, Sarmuji membuktikan kata-kata dan kerja kerasnya. Alih-alih rontok, suara Golkar pada Pileg 2024 di Jatim justru naik tajam dibanding capaian pada Pileg 2019.

Melihat kembali penetapan KPU, Golkar meraih 215 kursi di 38 DPRD kabupaten/kota se-Jatim atau naik 30 kursi dibanding raihan 185 kursi pada Pileg 2019. Di tingkat provinsi, Golkar meraih 15 kursi DPRD Jatim dari total 14 Dapil atau naik 2 kursi dibanding Pileg 2019 sebanyak 13 kursi.

Sedangkan di level DPR RI, Golkar berhasil menambah dua kursi dari Dapil Jatim VI (Blitar, Kediri, Tulungagung) dan Dapil Jatim IX (Tuban-Bojonegoro). Total Golkar meraih 13 kursi DPR RI di Pileg 2024 dari Jatim, naik dua dari 11 kursi perolehan Pileg 2019.

CALEG BERKUALITAS: Pilihan Caleg berkualitas membuat suara Golkar di Jatim tetap melesat. | Foto: IST

Usai Peringatan Nuzulul Qur'an dan Santunan Ayat Yatim di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Surabaya, Sabtu (6/4/2024), Sarmuji menyampaikan rasa syukurnya.

“Golkar untuk DPR RI naik sejuta ya, sejuta kurang beberapa gelintir lah, bisa dikatakan sejuta kenaikannya. Ini sesuatu yang patut kita syukuri, karena kita sadar betul sebenarnya Jatim bukan habitat utama Golkar,” katanya.

Ketika suara bisa naik sampai sejuta dan kursi DPR RI bertambah 2 di Jatim, menurut Sarmuj, itu merupakan stepping stone yang baik untuk langkah-langkah Golkar berikutnya.

Stepping stone itu artinya batu pijakan yang bisa membuat Golkar melenting di 2029. Kalau sekarang kita berhasil naik, kita bisa membuktikan bahwa di daerah yang bukan habitat utama Golkar bisa naik sampai 2 kursi, ke depan kami yakin sekali bisa naik 4 kursi dalam 2029,” paparnya.

Kalau kenaikan 4 kursi tercapai, lanjut Sarmuji, artinya Golkar dari Jatim meraih 19 kursi dan memungkinkan menjadi pemenang di 2029. Hasil Pileg 2024, kursi terbayak DPR RI dari Jatim diraih PDIP (19), disusul PKB (18), Gerindra (14), Golkar (13), Nasdem (7), Demokrat (6), PKS (5), dan PAN (5).

“Kita berani ngomong kalau sekarang. Berani mendeklarasikan 2029 kita menang, berani karena percobaan pertama sudah berhasil,” kata politikus yang kembali terpilih sebagai anggota DPR RI tersebut.

Caleg Berkualitas

Wah, apa resepnya meski kadernya terjerat korupsi suara Partai Beringin di Jatim tetap melesat? Menurut Sarmuji, karena Golkar bekerja lima tahun, bukan lima tahunan. Artinya, suara di Pemilu adalah hasil kerja lima  tahun.

“Jadi setiap tahapan dalam Pemilu, konsolidasi, usaha membangun persepsi ke masyarakat, mendekatkan diri ke masyarakat, itu punya kontribusi masing-masing. Ditambah lagi dengan pilihan Caleg yang berkualitas,” katanya.

Padahal, tandas Sarmuji, sebenarnya Golkar Jatim tidak berada dalam kondisi ideal akibat kasus korupsi hibah yang menjerat kadernya, Sahat Tua Simandjuntak.

“Semua tahu pada waktu sebelum pencalegan kita menghadapi cobaan yang berat waktu itu. Itu pasti berpengaruh orang untuk masuk ke Golkar. Tetapi alhamdulillah itu masih berhasil untuk merekrut banyak Caleg berkualitas yang hasilnya seperti sekarang,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Sarmuji, beberapa Dapil juga diproyeksikan mendapat dua kursi DPR RI dan mendekati, misalnya Dapil Jatim VIII dan III. Hanya saja namanya juga Pemilu, kadang-kadang ada saja ketidaktepatan dalam implementasi di lapangan.

“Tapi kalau prospek, ternyata kita bisa membuktikan kalau Jatim punya prospek yang bagus,” tuntasnya.{*}

| Baca berita Golkar Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.