Bimtek Dinkop UKM Jatim Jadi Arena Kampanyekan Khofifah, Anggota DPRD Geram: Penjilat!

| -
Bimtek Dinkop UKM Jatim Jadi Arena Kampanyekan Khofifah, Anggota DPRD Geram: Penjilat!
TAK ETIS: Andromeda Qomariah dan Mathur Husyairi, Bimtek jadi ajang kampayekan Khofifah. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Anggota DPRD Jatim, Mathur Husyairi geram melihat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Jatim dijadikan ajang untuk mengkampanyekan incumbent Khofifah Indar Parawansa maju Cagub 2024.

Mathur melihat insiden tersebut tidak layak, tidak etis, karena acara resmi yang dibiayai APBD kemudian dimanfaatkan entah oleh siapa yang jelas Dinkop dan UKM Jatim memfasilitasinya.

“Kita tahulah, bahwa Bu Khofifah dengan program Nawa Cita-nya memfasilitasi UMKM, pesantren, dan seterusnya, ini kemudian menjadi branding. Nah, kesempatan itu kemudian dilakukan oleh peserta UMKM yang difasilitasi Dinkop UKM Jatim. Itu sangat tidak etis!” katanya, Rabu (5/6/2024).

Apalagi, tandas Mathur, Jatim akan menyelenggarakan Pilgub dengan Khofifah kadidat terkuat dan sepertinya diarahkan menjadi calon tunggal. Meski masih ada kekuatan partai politik lain seperti PKB, PDIP, dan lainnya yang belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun.

Karena itu, dia mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono untuk memberikan teguran, bila perlu Kadinkop UKM diberi sanksi.

“Itu ndak boleh, APBD kemudian dimanfaatkan untuk mensosialisasikan atau mengkampanyekan salah satu figur bakal calon gubernur, karena posisi Bu Khofifah ini kan incumbent,” kata Mathur.

“Kalau memang dilakukan dengan sengaja oleh kepala dinasnya atau siapa pun di dinas itu, saya menilai ini upaya cari muka. Asal Ibu Senang, penjilat! Apalagi ASN kan, ndak boleh itu. APBD bukan untuk itu, bukan pada tempatnya,” geramnya.

Soal Kadinkop UKM Jatim, Andromeda Qomariah yang menyebut bahwa insiden di luar kendalinya, legislator yang juga annggota Badan Anggaran (Banggar) itu tidak yakin.

“Saya kok gak yakin. Jika murni Bimtek, gak mungkinlah peserta berani, kan acara resmi,” katanya.

Sebelumnya, Andromeda meminta maaf lantaran acara Bimtek yang diselenggarakan instansinya berubah menjadi ajang untuk mengkampanyekan Khofifah.

“Kami mohon maaf, karena memang selama ini kegiatan pelatihan kami adalah murni untuk pelatihan. Dan insiden kemarin di luar kendali kami,” katanya usai bertemu Adhy Karyono di Kantor Gubernur Jatim, Selasa (4/6/2024).

Mengapa sampai di luar kendali, apakah saat Bimtek tidak ada di lokasi? “Pada saat pembukaan saya di lokasi, terus saya ada kegiatan lain,” dalih Andromeda.

Kalau saat yel-yel dukungan untuk Khofifah terjadi? “Saya enggak ada. Adanya yel-yel itu kami tidak tahu, yel-yel itu dilakukan tentunya setelah penutupan,” ucapnya.{*}

| Baca berita Pilgub Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.