Ludruk dan Reog Kian Eksis di Surabaya, Pelaku Seni Rasakan Dukungan Pemkot!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Eksistensi kesenian tradisional seperti ludruk dan reog di Surabaya terus berkembang dari tahun ke tahun. Dukungan Pemkot Surabaya melalui berbagai fasilitas dan program, disebut turut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungannya.
Pendiri Komunitas Ludruk Luntas, Robert Bayonet, menilai dukungan Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) sudah cukup dirasakan para pelaku seni.
"Selama ini yang diberikan cukup bagus juga terhadap seni tradisi, khususnya ludruk ini juga diperhatikan. Walaupun belum 100 persen, tapi cukup kami rasakan ketika kita membuat event-event atau melestarikan ludruk ke masyarakat," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dia mencontohkan program "Ludruk Merdeka" yang digelar dengan konsep keliling ke 10 kampung sebagai salah satu bentuk dukungan nyata dari pemerintah. “Itu yang di-support oleh pemerintah," tegasnya.
Terkait akses fasilitas kesenian, Robert mengakui tidak ada kendala selama mengikuti prosedur yang berlaku. Dia berharap aturan yang ada tidak terlalu menyulitkan pelaku seni.
"Tapi yang sekarang ini, kita mau latihan juga mudah. Kita mau latihan baik di GNI (Gedung Nasional Indonesia) maupun Balai Pemuda, sebetulnya mudah, asalkan kita tahu prosedurnya," ungkap dia.
Selain itu, Robert menilai rencana transformasi Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya sebagai langkah positif. Menurutnya, perubahan ini akan memperluas cakupan perhatian terhadap berbagai sektor budaya.
"Bagus juga sebenarnya. Karena cakupannya akan lebih luas," kata Robert yang telah menggeluti bidang kesenian sejak 25 tahun silam.
Robert melihat perkembangan ludruk di Kota Pahlawan menunjukkan tren peningkatan. Hal ini ditandai dengan bertambahnya kelompok-kelompok ludruk setiap tahun. Karenanya, dia berharap keberadaan Dewan Kebudayaan nanti dapat lebih dekat dalam memperhatikan kelompok seni tradisi.
Sementara itu Ketua Perhimpunan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya), Budi Sutrisno, menyatakan dukungannya terhadap rencana transformasi kelembagaan tersebut.
Menurutnya, langkah itu akan berdampak positif bagi kemajuan kesenian, termasuk reog.
"Kalau memang ini untuk kemajuan kesenian reog dan kesenian yang lainnya, kami dari kesenian reog sangat setuju," ujar Sutrisno.
Dia berharap Pemkot Surabaya tidak hanya memberikan fasilitas, tetapi juga membuka ruang diskusi seperti sarasehan agar pelaku seni memahami arah kebijakan pemerintah.
"Biar kita sebagai pekerja, pegiat, pelestari seni, tahu arahan dari Pemerintah Kota Surabaya," katanya.
Dalam hal fasilitasi, Sutrisno menilai hubungan antara komunitas reog dengan Pemkot Surabaya selama ini berjalan baik.
“Berbagai kegiatan kesenian hampir selalu mendapatkan dukungan fasilitas dari pemerintah. Insyaallah kita kalau ada agenda kegiatan pasti difasilitasi," ungkapnya.
"Atmosfer untuk kesenian Surabaya terkait reog yang saya ketahui, sangat meningkat. Karena saya melihat itu tiap minggu atau tanggal merah kita selalu ada penampilan-penampilan reog untuk pariwisata," imbuh Sutrisno.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur