Demokrat Jatim Ditinggal 2 Kader Muda Potensial: Usai Menantu Pakde Karwo, Kini Anak Khofifah!

| -
Demokrat Jatim Ditinggal 2 Kader Muda Potensial: Usai Menantu Pakde Karwo, Kini Anak Khofifah!
TINGGALKAN DEMOKRAT: Bayu Airlangga kini berbaju Golkar, Ali Mannagalli akan meloncat ke PAN? | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometer Jatim – Partai Demokrat Jatim kehilangan dua kader muda potensial. Setelah Bayu Airlangga yang notabene menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo alias Pakde Karwo, kini giliran anak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ali Mannagalli memilih hengkang.

Bayu hengkang dari Demokrat pada 21 April 2022 dan memilih berteduh di Partai Beringin, lantaran merasa dizalimi terkait keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang lebih memilih Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Padahal saat Musda, Bayu lebih banyak dipilih ketua DPC.

"Kita ingat, saat pembukaan Musda, Ketum AHY menjanjikan demokratis. Tapi bisa dinilai publik sendiri, bagaimana hasil Musda Demokrat Jatim," kata Bayu saat itu.

"Ada tanggung jawab moral dan etika kepatutan berpolitik. Batas kepatutan itu tidak boleh diterjang seenaknya saja. Sebagai seorang kader yang menjunjung asas demokrasi, ketika demokrasi itu sendiri tidak ada di partai, saya memutuskan mundur dari Demokrat," tandasnya.

Keputusan Bayu mundur dari Partai Demokrat sempat mengejutkan sejumlah pihak, namun tak berlangsung lama. Ini setelah Emil Dardak yang dilantik pada 22 April 2022 menjubeli kepengurusannya dengan sejumlah sosok muda. Paling menyita perhatian yakni bergabungnnya Ali Mannagalli.

Namun Ali kini justru menyusul Bayu meninggalkan Demokrat setelah menulis surat pengunduran diri yang diunggah di akun Instagram @aliparawansa. Meski postingan sudah dihapus namun terlanjur viral.

Dalam surat bermaterai tertanggal 8 Maret 2023 yang ditujukan kepada Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu, tertulis Ali menyatakan mundur dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim sekaligus kader. Lantas ke mana Ali akan berlabuh? Sebelumnya beredar kabar akan bergabung dengan PAN.

Agak Susah Dinalar

Di sisi lain, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto menilai, mundurnya Ali merupakan kerugian bagi Demokrat Jatim. Sebab, meski tergolong politisi muda, Ali memiliki potensi sebagai kader yang semestinya bisa dioptimalkan untuk memperbesar suara Demokrat.

“Mundurnya Ali ini bisa dimaknai sebagai kegagalan Pak Emil Dardak sebagai ketua Demokrat Jatim untuk mengelola potensi para kadernya. Agak susah dinalar bahwa Pak Emil menyia-nyiakan kader sepotensial Ali atau mungkin ada manuver politik di dalamnya, tentu kita hanya bisa menduga-duga,” ujarnya, Kamis (9/3/2023).

Apalagi Ali merupakan anak Gubernur Khofifah, tentu tak dapat dimungkiri akan sangat menguntungkan bagi Demokrat Jatim.

“Jaringan Bu Khofifah sangat kuat dan itu pasti bisa dikelola oleh Ali, tapi justru hal ini tidak dimanfaatkan oleh Demokrat. Artinya memang Pak Emil gagal mengelola atau melakukan manajemen kader yang baik, sampai-sampai seorang Ali pun mundur,” ujarnya.{*}

» Baca Berita Demokrat, Baca tulisan terukur Roy Hasibuan.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.