Berkah Coattail Effect Cak Imin Bertempur di Pilpres, PKB Rebut Kembali Takhta di Jatim dari PDIP!

| -
Berkah Coattail Effect Cak Imin Bertempur di Pilpres, PKB Rebut Kembali Takhta di Jatim dari PDIP!
EFEK PILPRES: Muhaimin Iskandar, maju di Pilpres beri efek besar ke perolehan suara PKB. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Meski Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tumbang di Pilpres, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap menjuarai Pileg 2024 di wilayah basis utamanya Jawa Timur, merebut kembali takhta dari PDIP. Bahkan menang di seluruh tingkatan legislatif: DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI.

Merujuk hasil rekapitulasi KPU Jatim, untuk kursi DPRD kabupaten/kota, PKB meraih 338 atau naik 13 dari perolehan 325 pada Pileg 2019. Hebatnya lagi, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, PKB juga mempunyai 36 pimpinan DPRD dan hanya 2 kabupaten/kota yang kosong yakni Kota Madiun dan Kota Kediri.

Lalu di tingkat provinsi, PKB meraih 4.517.228 suara, naik dari Pileg 2019 sebanyak 4.380.739. Jika dikonversi menjadi kursi, maka sebanyak 27 atau naik 2 kursi dari raihan 15 kursi pada Pileg 2019. Disusul PDIP dan Gerindra dalam tiga besar, keduanya sama-sama meraih 21 kursi.

Pun untuk kursi DPR RI, meski ada penurunan 1 kursi dari Pileg 2019, PKB tetap menjadi pemenang dengan raihan 18 kursi. Disusul PDIP 16 kursi dan Gerindra 14 kursi.

Kalau dipersentase, untuk DPR RI PKB meraih 20,69%, disusul PDIP 18,39%, kemudian Gerindra 16,09%. Artinya, baik dalam suara maupun kursi, PKB berada di posisi pertama untuk kursi DPR RI dari Jatim.

4 Faktor Menang Besar

Lantas, apa yang membuat PKB tetap digdaya di Jatim meski Cak Imin tumbang di Pilpres? Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah menyebut faktor utama dan pertama tetap berkah dari pencawapresan Muhaimin yang memberi coattail effect besar.

“Tentu ini akan berpengaruh besar terhadap gerak lajunya mesin partai. Semangat untuk bisa satu tarikan napas, ya menang Pilpres, menang Pileg dengan tiga lini ini akan menjadi sumber energi yang positif untuk bisa meraih itu,” paparnya saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (16/3/2024).

“Jadi faktor utama dan pertama adalah coattail effect, ketika ketua umum kami menjadi kontestan dalam Pilpres,” tandas perempuan yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Faktor kedua, Anik melihat kemenangan PKB tidak hanya sektarian di Jawa dan khususnya Jawa Timur. Diperkirakan hitungan kursi DPR RI ada sekitar 80 yang hari ini masih berproses dalam hitungan internal berdasarkan saksi C1.

Supporting 80 kursi itu 18 dari Jatim. Artinya, persentase besar ini dibagi ke 38 provinsi yang ada di Indonesia. Terbukti pada 2019 beberapa wilayah yang tidak terisi kursi hari ini terisi,” kata Anik.

“Ada yang tahun kemarin hanya 1 sekarang menjadi 5. Begitu juga NTB, Bengkulu, dan lain sebagainya. Intinya 38 provinsi se-Indonesia hampir terisi untuk anggota DPR RI dari PKB,” sambungnya.

Jadi faktor kedua adalah manajerial, leadership, kepiawaian Muhaimin dalam menakhodai PKB yang mampu membuat suara menjadi kursi tidak hanya di Jawa.

MENANG BESAR: Anik Maslachah, 2024 jadi momen kemenangan besar PKB di era Reformasi. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

Dengan demikian, ucap Anik, 2024 adalah momen sangat bersejarah karena di era Reformasi baru tahun ini PKB kursinya besar, merata se-Indonesia.

“Terbukti, 2019 kita urutan ke-6 dari semua partai yang masuk dalam PT (Parliamentary Threshold), hari ini PKB urutan ke-4. Itu sebagai bukti konkret manajerial kepemimpinan Gus Muhaimin cukup bisa kita rasakan keberhasilannya,” katanya.

Faktor ketiga, papar Anik, pihaknya merasa bahwa dukungan Nahdlatul Ulama (NU) kultural tertama di Jatim dari kiai, ibu nyai, ning, gawagis (jamak dari gus) dengan berbagai lembaga dan jaringan yang dimiliki, tergerak dari bottom-up, dari NU kultural yang berpengaruh pada elektoral partai.

“Tidak menyebutkan inisial Caleg tetapi menyebutkan arruju' warruju' tsumma ruju'. Bahwa NU telah mendirikan PKB tetapi kemudian ada pembiasan dan hari ini kembali merujuk bahwa aspirasi politik warga NU adalah PKB telah terbukti,” ujarnya.

“Sehingga saya berpikir, faktor ketiga adalah karena dukungan yang sangat deras dari NU kulktural dengan berbagai jaringannya.”

Sedangkan faktor keempat, kata Anik, tentu saja tidak lepas dari kinerja para Caleg yang optimal dalam mendapatkan kursi.

“Sehingga alhasil hari ini kita ada tambahan kursi walaupun itu dua. Itu belum memenuhi target (29 kursi DPRD Jatim) tapi kami tetap bersyukur,” tuntasnya.{*}

| Baca berita PKB Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.