Modernisasi 16 Pasar Tradisional, DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot soal Ini!

Reporter : -
Modernisasi 16 Pasar Tradisional, DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot soal Ini!
BIKIN NYAMAN: Modernisasi pasar tradisional diperlukan agar pasar tradisional semakin kompetitif. | Foto: IST

SURABAYA | Barometerjatim.com – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Leksono mendukung program Pemkot soal revitalisasi 16 pasar tradisional. 

Namun demikian, dia mengingatkan agar modernisasi pasar tidak sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan benar-benar berpihak kepada pedagang lama dan masyarakat sekitar sebagai pelaku utama ekonomi kerakyatan.

‎‎"Modernisasi pasar memang sebuah kebutuhan agar pasar tradisional semakin kompetitif. Tetapi jangan sampai pembangunan fisik, justru mengorbankan hajat hidup pedagang kecil yang selama ini menjadi denyut ekonomi rakyat," katanya, Senin (20/7/2026).

Legislator yang akrab disapa Buleks itu menegaskan, konsep modernisasi harus dibangun dengan prinsip keadilan. Artinya, Pemkot Surabaya perlu memastikan pedagang lama tetap menjadi prioritas dalam penataan pasar, bukan malah digeser pedagang baru.

‎"Prioritasnya harus warga setempat dan pedagang yang selama ini sudah berjualan di pasar tersebut, bukan pedagang baru. Jangan sampai setelah pasar diperbaiki, yang menikmati justru orang lain," tegasnya.

Jawab Kebutuhan Dasar

Revitalisasi, tandas Buleks, juga harus menjawab kebutuhan dasar yang selama ini menjadi keluhan pedagang maupun pembeli. Karena itu, pembangunan sarana dan prasarana pendukung harus menjadi perhatian utama.

‎‎"Sarana prasarana itu yang paling diprioritaskan. Mulai fasilitas toilet (ponten) yang bersih, area parkir yang memadai, mushala, hingga akses keluar masuk pasar yang nyaman. Itu yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Keberadaan fasilitas yang layak, menurut Buleks akan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendongkrak daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan modern.

‎Selain pembenahan fasilitas, Buleks meminta proses revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga aktivitas perdagangan. Menurutnya, Pemkot harus menyiapkan skema relokasi yang layak agar pedagang tidak kehilangan mata pencaharian selama pembangunan berlangsung.

Dia optimistis, revitalisasi pasar akan mampu meningkatkan daya saing pasar rakyat apabila seluruh proses pembangunan tetap mengedepankan keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil.

Diketahui, Pemkot Surabaya saat ini tengah merevitalisasi 16 pasar tradisional dengan total anggaran sekitar Rp 20 miliar. 

Program tersebut meliputi peningkatan kualitas bangunan, sanitasi, drainase, utilitas, penataan zonasi pedagang, hingga penyediaan fasilitas pendukung.

Dengan demikian, pasar rakyat menjadi lebih bersih, nyaman, aman, dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.