Virus Super Flu Sasar 8 Provinsi, Eri Cahyadi Cegah Masuk Surabaya!

Reporter : -
Virus Super Flu Sasar 8 Provinsi, Eri Cahyadi Cegah Masuk Surabaya!
GUNAKAN MASKER: Antisipasi super flu, penting menjaga kesehatan saat menikmati liburan. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap 8 provinsi di Indonesia disasar virus virus super flu subclade K, varian baru dari influenza A H3N2. Hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus.

Namun Kemenkes memastikan, kondisi masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Mengantisipasi potensi penyebaran virus super flu di Surabaya, Pemkot mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga memastikan hingga kini belum ada laporan kasus di Kota Pahlawan. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas liburan, baik di dalam kota maupun yang baru kembali dari luar negeri.

"Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri," ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Dia menjelaskan, bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, prosedur skrining telah diterapkan secara ketat. Pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh saat kedatangan, dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, termasuk virus super flu.

Sedangkan untuk mobilitas dalam negeri, Eri menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat," tegasnya.

Siagakan Puskesmas

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya telah menyiagakan seluruh Puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. 

Seluruh fasilitas kesehatan diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

"Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.

“Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), peningkatan kesiapsiagaan Puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” ujarnya.

Selain itu, Dinkes Surabaya memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinkes Jawa Timur.

“Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem pelaporan resmi dalam waktu kurang dari 24 jam,” terangnya.

Terkait super flu, Nanik menjelaskan bukan istilah resmi medis. Istilah super flu umumnya digunakan untuk menggambarkan influenza atau ISPA dengan gejala yang dirasakan lebih berat atau penyebarannya cepat di masyarakat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. 

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengakses informasi kesehatan dari kanal resmi pemerintah.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.