SPBE Pemkab Banyuwangi Terbaik se-Indonesia, Lewati Pemprov Jatim!

Reporter : -
SPBE Pemkab Banyuwangi Terbaik se-Indonesia, Lewati Pemprov Jatim!
TERBAIK SE-INDONESIA: Ipuk Fiestiandani, SPBE Pemkab Banyuwangi terbaik se-Indonesia. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

SURABAYA | Barometer Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi yang dipimpin Bupati Ipuk Fiestiandani, kembali menjadi yang terbaik dalam urusan sistem digitalisasi pemerintahan.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Banyuwangi ditetapkan sebagai Pemerintah Daerah (Pemda) dengan indeks tertinggi.

Ipuk bersyukur dapat meraih capaian indeks SPBE tertinggi di antara Pemda lainnya se-Indonesia. Capaian ini merupakan hasil komitmen berkelanjutan dalam upaya digitalisasi di semua lini pemerintahan.

“Capaian ini semakin memotivasi kami untuk terus berkomitmen melakukan kinerja terbaik dengan terus memaksimalkan sistem elektronik, baik pada administrasi pemerintahan maupun integrasi pelayanan publik dengan terus memperbaiki sistem tata kelola dan peningkatan kapasitas aparaturnya,” katanya, Jumat (9/1/2026).

SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan pelayanan. Untuk mengukur perkembangan SPBE di Indonesia, Kemenpan RB bersama tim melaksanakan pemantauan dan evaluasi SPBE. 

Hasil pemantauan Kemenpan RB terhadap sistem pemerintahan berbasis elektronik pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintahan provinsi dan daerah se-Indonesia, Banyuwangi masuk kategori ”Memuaskan” dengan nilai indeks 4,87 dari skala maksimal 5.

Nilai tersebut merupakan yang tertinggi di antara Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota, mengungguli Pemprov Jatim yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pemkot Surabaya yang dipimpin Eri Cahyadi.

Sementara dalam lima besar instansi dengan indeks tertinggi yakni Kemenpan RB (4,88), Pemkab Banyuwangi (4,87), Pemprov Jabar (4,80), Pemprov Jatim (4,79), dan Pemkot Surabaya (4,78). Sedangkan indeks SPBE nasional (rata-rata) tercatat 3,23.

47 Indikator 4 Domain 

Pemantauan SPBE 2025 terdiri atas 47 indikator dalam empat domain SPBE. Yakni domain kebijakan internal, domain tata kelola SPBE, domain manajemen SPBE, serta domain layanan SPBE yang terdiri atas penerapan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik dan layanan publik berbasis elektronik.

Pelaksanaan evaluasi SPBE dilakukan setiap dua tahun sekali, untuk memastikan penerapan SPBE pada instansi pusat dan daerah dilaksanakan secara berkelanjutan. 

SPBE adalah gambaran atas progres transformasi digital instansi, sekaligus menjadi panduan strategis dalam menyelaraskan penerapan pemerintah digital dengan kebijakan nasional. 

Ipuk juga berterima kasih atas apresiasi dan dukungan pemerintah pusat, yang memberikan kepercayaan pada Banyuwangi atas komitmen dalam melaksanakan digitalisasi secara berkelanjutan.

Salah satunya dengan menunjuk Banyuwangi untuk pelaksanaan program transformasi digital nasional. Yakni menjadi pilot project digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) yang bertujuan memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan transparan melalui aplikasi Portal Perlinsos.

Uji coba program ini telah berlangsung sejak bulan September 2025. Saat ini, project ini akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Indonesia setelah melihat keberhasilan yang dilakukan Banyuwangi. 

“Ini adalah sebuah kepercayaan yang berharga dimana Banyuwangi menjadi model laboratorium hidup transformasi digital pemerintahan daerah untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih baik secara nasional,” kata Ipuk.

Sebelumnya, Banyuwangi juga telah memiliki sistem pelayanan publik digital terintegrasi “Smart Kampung”. Smart Kampung dikembangkan sejak 2016 untuk mendorong budaya digital hingga tingkat desa. 

Dalam Smart Kampung, selain untuk pelayanan publik terkait kependudukan, juga digunakan untuk permasalahan bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan.{*}

  • 5 Besar SPBE se-Indonesia
    1. Kemenpan RB (4,88)
    2. Pemkab Banyuwangi (4,87)
    3. Pemprov Jabar (4,80)
    4. Pemprov Jatim (4,79)
    5. Pemkot Surabaya (4,78)

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.