Calon Ketum PBNU Bermunculan, Gus Hans: Cari yang Bersih dari Konflik!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai bermunculan. Sekjen Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta berharap sosok yang terpilih dalam Muktamar ke-35 mendatang bersih dari konflik internal saat ini.
“Saya harus tekankan, Gernas Ayo Mondok tidak dalam posisi dukung mendukung kepada orang, tapi harapan itu ada,” katanya pada Barometer Jatim di Surabaya, Rabu (8/4/2026).
“Harapan kami sosok yang akan menjadi Ketum PBNU ataupun Rais Aam adalah orang-orang yang memang konsen dengan pesantren karena kami basic-nya pesantren, tapi dengan wawasan yang sangat open mind terhadap perkembangan zaman,” sambungnya.
Syukur-syukur, tandas kiai muda pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang yang akrab disapa Gus Hans itu, bisa cut off.
“Artinya jangan lagi terlibat orang-orang yang berkonflik saat ini, sehingga betul-betul dipegang oleh orang-orang yang tidak memiliki beban sejarah terhadap permasalahan yang sekarang ini ada,” terangnya.
Kalau PBNU dipimpin sosok yang tidak berkonflik saat ini, tandas Gus Hans, maka akan lebih fokus untuk keumatan. Tidak terbebani sejarah yang mungkin saja mengaitkan keterlibatannya dengan hal-hal sebelumnya.
Jadi Ketum PBNU mendatang harus bersih dari konflik? “Ya, harapan kami seperti itu, karena kami kan tidak punya hak suara untuk memilih Ketum PBNU,” ucap Gus Hans.
“Tapi kami mengimbau kepada para alumni santri yang menjadi pengurus PCNU atau PWNU di seluruh Indonesia, mari bawa NU ini lebih kepada situasi yang produktif, damai, dan bisa memutus jaring konflik yang sekarang ini ada,” imbuhnya.
Diketahui, PBNU belakangan tidak baik-baik saja menyusul konflik panas antara dua kubu: Ketum KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya versus Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
Muktamar ke-35 sendiri rencananya digelar pada Juli atau Agustus 2026. Sejumlah sosok disebut-sebut layak sebagai kandidat Ketum PBNU. Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) bahkan telah merilis 14 nama kandidat.
Mereka dibagi dalam empat klaster. Yakni klaster internal PBNU terdapat nama petahana Gus Yahya, Mohammad Nuh, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dan Zulfa Mustofa.
Lalu klaster PWNU ada nama Abdul Ghaffar Razin, KH Abdul Hakim Mahfudz, dan Juhadi Muhammad. Berikutnya klaster tokoh NU dan pesantren terdapat nama Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar.
Kemudian klaster tokoh politik dan pemerintahan, muncul nama Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Peneliti Insantara, Wildan Efendy menandaskan aspirasi pengurus PWNU, PCNU, dan NU kultural sangat kuat untuk terpilihnya Ketum PBNU yang baru.
“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU,” ucapnya.{*}
| Baca berita Muktamar NU. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur