PWNU Jatim: Gus Kikin Sudah Purna Ekonomi, Tak Ada Rumus Ingin Hidup di NU!

Reporter : -
PWNU Jatim: Gus Kikin Sudah Purna Ekonomi, Tak Ada Rumus Ingin Hidup di NU!
EKONOMI MAPAN: Gus Kikin (kiri) sudah mapan secara ekonomi, tidak mungkin hidup dari NU. | Foto: Barometerjatim.com/AHR

SURABAYA | Barometerjatim.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengungkap alasan menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin maju sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, 27-31 Agustus 2026.

Salah satunya, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang itu dipandang sudah purna secara ekonomi. Dengan demikian tidak akan ‘nunut urip’ di NU, justru akan semakin menghidupi jamiyah atau organisasi.

“Beliau ini urusan ekonomi sudah sangat kuat. Jadi tidak ada rumus ingin hidup di NU, tapi rumusnya adalah ingin menghidupkan NU, karena sudah purna ekonomi,” kata Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir dalam konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Selasa (21/7/2025). 

“Kalau sudah purna ekonomi bukannya ingin mengambil uang dari NU, tapi bahkan ingin menghidupkan NU secara sosial, secara ekonomi. Ini kita semua mengetahui beliau ini sudah purna dalam bidang ekonomi,” tandasnya.

Pedoman Qonun Asasi 

Alasan lainnya, terang kiai Matin, Gus Kikin ingin mengembalikan NU berpedoman pada qonun asasi sebagaimana dirumuskan muassis NU, KH Hasyim Asy'ari sebagai pedoman utama dalam berjamaah.

“Gus Kikin ingin membawa NU dalam pengelolaan jamiyah yang sejuk, tidak gaduh, penuh dengan suasana ukhuwah islamiyah, ukhuwah nahdliyah di dalam persatuan dan bukan perpecahan, agar seluruh program ini bisa dijalankan secara baik dan terukur,” paparnya.

Berikutnya, Gus Kikin sebagai salah satu dzuriyah memiliki pengalaman panjang di dalam tata kelola berbagai organisasi. Mulai dari bisnis sangat berpengalaman sampai urusan pesantren, jamiyah, dan juga jamaah.

Selain itu, Gus Kikin mempunyai persyaratan lengkap seperti pernah sebagai Ketua PBNU, saat ini menjadi Ketua PWNU Jatim, dan telah lama mengurus kaderisasi.

“Beliau itu sudah ikut kaderisasi yang mana saat-saat ini sebagai persyaratan. Beliau ikut kaderisasi bukan karena ingin menjadi Ketum PBNU, sebelumnya sudah mengikuti kaderisasi,” jelasnya.

Selebihnya, Gus Kikin ingin membawa NU sebagai jamiyah modern berbasis fondasi nilai-nilai kultural yang kuat dan berbasis nilai-nilai pesantren.

“Dan dalam memimpinnya penuh dengan keteduhan, sehingga kalau menjadi Ketum PBNU maka harapan kita NU akan penuh keteduhan dan persatuan, ukhuwah. Mudah kita ajak kembali sesuai apa yang dikehendaki qonun asasi,” ucapnya.{*}

| Baca berita Muktamar NU. Baca tulisan terukur Abdillah HR | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.